ZA Caleg PPP Dapil 5 Ditegur PPL Kelurahan Pabuaran - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

ZA Caleg PPP Dapil 5 Ditegur PPL Kelurahan Pabuaran

Politik
za caleg ppp dapil 5 ditegur ppl kelurahan pabuaran
acara caleg di tempat warga

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Calon Legeslatif (Caleg) Propinsi Banten, Daerah Pemilihan (Dapil) 5. Nomor urut 2 Partai Persatuan Pembangun (PPP), ditegur oleh Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Kelurahan Pabuaran, lantaran tidak bisa membuktikan surat keterangan pemberitahuan sosialisasi.

ZA, Caleg nomor urut dua (2) dari PPP yang datang ke Lokasi, pukul 21.05 Wib, di RT 02 RW 06, Kelurahan Pabuaran, Senin lalu (11/03/2019) akhirnya dibubarkan, lantaran ZA akan melakukan sosialisasi tanpa surat pemberitahuan dahulu kepada Panwascam Karawaci maupun Polsek setempat.

Nurzanah, PPL Kelurahan Pabuaran menjelaskan, bahwa informasi dari warga terkait akan adanya pertemuan silahturahmi Caleg nomor urut 2 dari Partai Persatuan dan Pembangunan yang berinisial ZA.

"ZA, kita tegur dilokasi dan tanyakan tentang Surat Perberitahuan kepada kita, terkait pertemuan sosialisasinya, lantaran tidak bisa membuktikan kepada kita, akhirnya ZA bersama timnya kita hentikan, walaupun ada sedikit perdebatan sengit antara kita dengan ZA, sebab ia bantah bahwa pertemuan tersebut bukan sosialisasi, akan tetapi hanya silahturahmi saja tidak perlu mengunakan surat izin," tuturnya.

Menurut Nurzanah dilokasi tersebut ditemukan adanya alat kampanye diantaranya spanduk, stiker, Kerudung dan beberapa orang yang hadir. "Acara tersebut dapat kita cegah, karena ZA belum melayangkan surat pemberitahuan kepada kita," kata Nurzanah.

Akhmad Baehaki, Ketua Panwaslu Kecamatan Karawaci membenarkan adanya pertemuan silaturahmi Caleg Propinsi Banten, nomor urut dua dari PPP, di wilayah Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci Senin malam (11/03/2019).

"Petugas kita dilapangan, langsung menanyakan tentang surat pemberitauannya, kepada kita. Lantaran tidak bisa menunjukan maka petugas kita, dengan sigap menghentikan pertemuan tersebut," tambahnya.

Baehaki menyampaikan apa yang dikatakan oleh ZA, yaitu ZA membantah beralasan hanya silahturahim saja, dan sebagai Pengawas Pemilu berkewajiban menjelaskan tentang aturan kampanye dan pemilu. "Ya, kita mencegahnya, itu bagian dari tukpoksi kita. Kecuali apabila ZA, pada saat itu masih tetap melanjutkan kegiatannya dan tidak digubris tegoran kita, ya tinggal tanggung resikonya sendiri, jelas ada aturan di PKPU No.23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu dan UU No 07 Tahun 2017 tentang Pemilu," ungkap Ketua Panwascam Karawaci.

Sementara itu, ZA ketika di konfirmasikan Via telepon seluler menuturkan, Ia membantah terkait pertemuan tersebut. "Itu bukan sosialisasi tapi silahturami, ya namanya saya diundang sama tuan rumah lewat telepon, pas kebetulan saya lagi berobat di wilayah situ, ya mampir saya nya," tutur ZA Kamis (14/03/2019).

"Saya paham benar aturan pemilu, disilahturahim pun hanya dihadiri tiga orang, wajarlah apabila saya bawa stiker, kerudung buat tuan rumah, apa salah," katanya.

Terkait adanya spanduk yang terpasang. ZA pun menjelaskan bahwa spanduk tersebut sudah terpasang dari dulu oleh tuan rumah,"dan yang jelas saya tidak melakukan pertemuan sosialisasi akan tetapi hanya silahturami dengan tuan rumah lantaran ditelepon untuk singgah kerumahnya malam itu, tutup ZA (amr)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top