Kesakasian Herman Yusuf menyangkal BAP Penyidik. - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Kesakasian Herman Yusuf menyangkal BAP Penyidik.

Hukum
kesakasian herman yusuf menyangkal bap penyidik
Sidang PN Jakarta Utara

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta-Pengadilan Neheri Jakarta Utara menyidangkan perkara atas terdakwa Soeseno Halim. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anton Hardiman, SH, MH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara mendakwa Soeseno Halim dengan pasal 170 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke -2 KUHP tentang pengeroyokan.



Pengadilan Negeri Jakarta Utara selasa 12/03/2019 mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Indri Murtini memeriksa saksi saksi yang berkaitan dengan perkara terdakwa Soeseno Halim.

Saksi Herman Yusuf bersama dua anaknya, Adre dan Deni adalah saksi korban dihadirkan oleh Jaksa Penuntun Umum (JPU) dimuka persidangan untuk memberi kesaksian.

Berawal dari sengketa atas kepemilikan Rumah antara terdakwa Soeseno Halim dan saksi Herman Yusuf yang beralamat di Jln Bisma 14 blok C No. 5 Rt 011/009 Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Periuk Kota Jakarta Utara.

Saksi Herman Yusuf menerangkan, pada saat hari rabu 08/08/2018 Rumah yang dia tempati tiba tiba didatangi tiga orang yang tidak dikenal, berperawakan tinggi berkulit hitam, lalu menggedor pintu gerbang dan berteriak teriak, keluar keluar rumah ini mau dikosongkan ujar Herman dipersidangan.

Mendengar teriakan itu lalu saksi Herman memerintahkan anaknya Deni untuk melihat kedepan gerbang, lalu saksi Deni cekcok dengan ketiga orang yang ada didepan rumah, pada saat yang bersamaan saksi Herman Yusuf naik kelantai dua rumah lalu melihat kebawah arah halaman rumah, orang sudah banyak,"lalu saya telepon Kapolsek Tanjung Periuk untuk minta bantuan," ujar Herman.

Lalu saksi Andre juga menyusul Abangnya Deni kedepan gerbang, tiba tiba saksi Andre dipiting dan ditarik lehernya oleh ketiga orang tak dikenal itu,"akhirnya saya terjatuh dan tangan kanan saya terinjak oleh orang yang mengeroyok saya," ujar Andre.

Jelang kurang lebih satu jam, tibalah petugas Kepolisian dari Polres Jakarta Utara untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah Ketua Majelis Hakim Indri Murtini mengkonfrontir kesaksian Herman Yusuf dengan terdakwa Soeseno, ada perbedaan, yakni saksi Herman menyatakan di BAP Penyidik, bahwah terdakwalah yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Namun terdakwa membantah, dan dalam BAP Herman menyatakan massa gerombolan tersebut kurang lebih 30 orang masuk kerumahnya, tapi didepan persidangan Herman membantah,"dia mengatakan kesaksian saya yang benar adalah yang sekarang dipengadialan, bukan yang di BAP Kepolisian,"tegas Herman.

Sama halnya dengan kesaksian Andre, di BAP Polisi mengatakan yang menarik lehernya adalah Erik Richkinal Telussa sehingga terjatuh, lalu saudara Hanni Charles Sahertian yang menginjak tangan kanan Andre.

Namun dipersidangan terungkap, Saksi Andre menyatakan yang menarik lehernya dan hingga dia terjatuh dan yang menginjak tangan kanannya sama sekali dia tidak mengenal pelakunya, inilah fakta dan kesaksian yang terjadi dipersidangan.

Kuasa Hukum terdakwa, Fikerman Sianturi, SH mengatakan, dari ketiga orang saksi tersebut menceritakan, tidak satupun yang melihat bahwa terdakwa Soeseno Halim yang melakukan langsung pemukulan, penganiayaan tersebut kepada saksi korban.

"Maka jelas klien saya seharusnya tidak jadi terdakwa," ujar Fikerman.

Sebelum Ketua Majelis Hakim Indri Murtini menutup sidang, dia menjawab permohonan penangguhan penahanan atas terdakwa, yang sebelumnya telah diajukan Penasihat Hukum Fikerman Sianturi, dengan pertimbangan bahwa terdakwa Soeseno menderita penyakit dalam yang akud.

Atas permohonan penangguhan tersebut, kami selaku Majelis sudah musyawarah belum bisa mengabulkan penangguhan penahanannya, tanpa alasan Hakim Indri hanya menjawab seperti itu, sidang dilanjut pekan depan selasa 10/03/2019 dengan agenda pemeriksaan saksi.(Jhn)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top