FKMTI Desak Pemerintah Pusat Bentuk Tim Ad Hoc Guna Berantas Mafia Tanah - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

FKMTI Desak Pemerintah Pusat Bentuk Tim Ad Hoc Guna Berantas Mafia Tanah

Kota TangSel
fkmti desak pemerintah pusat bentuk tim ad hoc guna berantas mafia tanah
FKMTI

MEGAPOLITANPOS.COM,Tangsel- Bertempat di rumah makan 23 kawasan Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Forum Korban Mafia Tanah Indonesia (FKMTI) Jum'at (08/3/19) siang, menggelar Konferensi Pers terkait langkah FKMTI selanjutnya perihal penyerobotan Puluhan ribu hektar tanah milik Puluhan ahli waris warga Tangerang Selatan oleh para mafia tanah di Tangsel, yang dijual kepada Pengembang raksasa di Indonesia yaitu Sinar Mas Land BSD. Hadir dalam Konferensi Pers tersebut Supardi Kendi Budiarjo selaku ketua FKMTI serta Agus Muldya Natakusuma selaku Sekretaris FKMTI.

Ketua FKMTI Supardi Kendi Budiarjo mengatakan bahwa, apa yang terjadi pada Puluhan warga Tangerang Selatan tersebut saat ini, merupakan gambaran keseluruhan tentang keruyaman urusan pertanahan yang nyata dan terjadi di Indonesia, yang dilakukan oleh para mafia tanah di Tangsel khususnya dan diseluruh wilayah Indonesia pada umumnya.

"Mafia tanah di Indonesia saat ini sudah sangat mengkawatirkan. Bayangkan saja, Satu buah bidang tanah warga masyarakat di Tangsel ini bisa dimiliki oleh Dua, Tiga bahkan hingga Empat orang dan juga para Pengembang yang mengusai tanah-tanah tersebut pada akhirnya. Dan untuk mengatasi persoalan carut marutnya masalah tanah tersebut, maka FKMTI mendesak kepada Pemerintah pusat untuk membentuk tim Ad Hoc yang independen anggotanya, guna menuntaskan semua permasalahan mafia pertanahan di Indonesia," desaknya.

Sementara itu, Agus Muldya Natakusuma selaku Sekretaris FKMTI bersama Sutarman salah seorang korban mafia tanah di Tangerang Selatan, menilai telah terjadi mal administrasi dahulunya dikantor-kantor Pemerintah daerah seperti Kelurahan, Kecamatan dan juga kantor ATR/BPN Tangerang terkait penggelapan dan pemalsuan surat-surat Girik tanah warga masyarakat korban mafia tanah di Tansel.

"Kami juga menyayangkan ketidakcermatan pihak pengembang sekelas Sinar Mas Land BSD dan juga Bintaro Jaya, saat dahulu membeli tanah-tanah tersebut dari para mafia tanah yang menjualnya. Bagaimana mungkin transaksi jual beli tanah bisa dan mau dilakukan oleh para Pengembang besar tersebut, tanpa dibuktikan dan dihadiri oleh para ahli waris pemilik tanah yang sah," tandas keduanya.

Selanjutnya pihak FKMTI berharap agar Pemerintahan siapapun nantinya pasca pileg dan pilpres April 2019, untuk dapat menyelesaikan dan mengembalikan hak-hak para ahli waris pemilik tanah yang sah kepada yang berhak. Karena FKMTI mengkawatirkan, jika masalah mafia tanah yang terjadi di Tangsel dan juga suruh Indonesia tidak diselesaikan dengan tuntas, tegas dan berkeadilan, kedepannya akan berpotensi menjadi konflik langsung antar sesama warga masyarakat dan anak bangsa, bahkan antar sesama saudara sendiri karena tumpang tindihnya kepemilikan tanah yang terjadi.(BTL)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top