Jaenal Arifin, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM : Kita Akan Evaluasi Kerjasama Dengan Jamkrindo - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Jaenal Arifin, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM : Kita Akan Evaluasi Kerjasama Dengan Jamkrindo

Tokoh
jaenal arifin direktur pembiayaan syariah lpdb-kumkm kita akan evaluasi kerjasama dengan jamkrindo
Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM, Jaenal Arifin

MEGAPOLITANPOS.COM, Surabaya : Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM, Jaenal Arifin mengatakan selain target penyaluran dana bergulir secara konvensional, pihaknya terus mendorong peningkatan penyaluran dana bergulir secara syariah. Jaenal menegaskan target Rp 525 milyar Dana Bergulir Syariah akan tersalurkan baik melalui Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Lembaga Keuangan Bank(LKB), dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).



“ Dari Rp 525 milyar Portofolio yang sudah diajukan, 60 % KSPPS, 15 % UMKM disalurkan langsung Sisanya Ke LKB/LKBB, knapa UMKM sedikit, karena sampai sekarang skim untuk pembiayaan UMKM langsung belum disetujui kemenkeu,” kata Jaenal dalam suatu kesempatan wawancara di Surabaya, Sabtu (16/2/2019).

Jaenal menerangkan bahwa, pihaknya berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 75/2011 dimana belum dapat menyalurkan dana bergulir kepada UMKM secara langsung. LPDB - KUMKM menurutnya sedang membuat draft perubahan pada PMK tersebut.

“ Karena kita masih berpedoman pada PMK 75 /2011, dana bergulir belum dibolehkan untuk disalurkan langsung kepada UMKM, kita buat draf perubahan PMK, target kita dikuartpeal pertama selesai, kita siapkan perangkat lunaknya sehingga bisa disalurkan kepada UMKM langsung, “ tuturnya

Dikatakannya, seiring saran biro perencanaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), agar penyaluran dana bergulir ke koperasi tidak lagi melalui LKB , porsinya lebih besar UMKM, karena hakekatnya Kemenkop UKM.

“ Di 2019, karena baru mulai sudah 7 KSPPS, strateginya tidak langsung ke premier, tapi melaui sekunder, diharapkan nanti sekunder yang akan menjadi APEX, APEX itu kalau diterjemahkan koordinatorlah,” pungkasnya.

Jaenal menjelaskan, Puskopsyah Madura yang membawahi koperasi premier beranggotakan 63, Skim pembiayaannya masih kecil secara keseluruhan hanya Rp 22 miliar.

“ Seperti di jogja puskopsyahnya dalam RAT perkembangannya mulai besar, anggotanya 300, assetnya Rp 212 milyar pembiayaan kita cukup signifikan,”terangnya.

Lebih jauh Jaenal menguraikan, mengenai Koperasi Konvensional yang berubah menjadi syariah. diMadura ada sekitar 600 koperasi konvensional yang berubah menjadi syariah.

“ Ada sekitar 600 Koperasi konvensional, yang komitmen ada 273 koperasi konvensional menjadi koperasi syariah, “ lanjutnya.

Kerjasama Jamkrindo

Mengulas mengenai kritikan masyarakat pelaku koperasi dan UKM, tentang rumitnya mengurus di Jamkrindo, dalam suatu acara Sosialisasi Program Inklusif dan Bimbingan Teknis (Bimtek) LPDB-KUMKM di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada (15/2/2019) lalu.

Jaenal mengatakan bahwa kerjasamanya dengan pihak Jamkrindo masih akan dievaluasi kembali, menurutnya memang banyak sekali masukan-masukan kendala dari daerah.

“ Kerjasama dengan lembaga penjaminan salah satunya adalah jamkrindo, adalah ikhtiar terbaik kita . Dengan lembaga penjaminan jadinya lebih cepat memberikan pelayanan terbaik bagi calon mitra, lebih efesien dan efektif, juga dari sisi waktu dan biaya, karena teman-teman yang mengajukan pinjaman dana bergulir tidak perlu lagi datang ke Jakarta,” ungkapnya.

Terkait Jamkrindo pada bulan Maret 2019 nanti LPDB KUMKM akan melakukan evaluasi mengenai kerjasamanya dengan lembaga tersebut.

“ Insya Allah Maret akan diadakan pertemuan dengan Jamkrindo untuk evaluasi , Kira- kira hambatan atau persoalan ada dimana. Karena ada laporan dari daerah masih banyak kendala, mereka tidak memberikan kepastian kepada calon mitra, apakah jaminannya diproses atau tidak.” Imbuhnya.

Jaenal mengakui, ada beberapa hal yang terdeteksi, yaitu ada kesalahan tools yang dibuat, kedepan untuk kerjasama dengan lembaga penjaminan, kita akan buat tools yang bekerjasama dengan Infobank, .analisis kredit belum pernah melakukan pembiayaan didepan tapi hanya melakukan pembiayaan dibelakang. “ Saya kira jamkrido didaerah mengalami hambatan,” kata dia.

Pasca Bencana

Menyinggung sebaran dana bergulir yang terkesan hanya berputar pada daerah Jawa, Jaenal menegaskan bahwa Dana Bergulir syariah tidak mengenal alokasi wilayah, menurutnya penyalurannya hanya berdasarkan proposal yang masuk ke LPDB KUMKM.

“ tidak ada alokasi wilayah karena proposal yang ngatur, kita lakukan strategi yang salah satunya didaerah tertinggal seperti di Ambon penyerapannya sedikit sekali kita lakukan jemput bola dan kita datangi, .jadi kita tidak spesifikasikan, kalau belum mengerti LPDB ya kita sosialisasikan dan lakukan bimtek ,kita berkoordinasi dengan dinas di daerah agar mereka mengakses pembiayaan dengan kita,” terang Jaenal.

Dijelaskannya 70 % dana bergulir terkonsentrasi di jawa, dari 70 % pembiayaan syariah, jawa tengah 45 % disusul jatim kemudian jabar dan lampung cukup signifikan penyerapan di daerahnya mencapai 60 %.

Data LPDB Menyebut total penyaluran dana bergulir syariah hingga tahun 2018 Rp. 8,536,027,171,061 (DelapanTriliun Lima RatusTiga

Puluh Enam Milyar Dua Puluh Tujuh Juta Seratus Tujuh Puluh Satu Ribu Enam Puluh Satu )



Sementara itu Pimpinan Cabang Jamkrindo Jawa Timur, Puspita Dewi mengatakan pihaknya siap memback-up program penyaluran dana bergulir dari LPDB-KUMKM di wilayah Madura.

Khususnya dalam menganalisa penjaminan Jamkrindo terhadap para calon penerima dana bergulir dari LPDB-KUMKM. “Sebagai perusahaan penjaminan kami dituntut melakukan analisa untuk para calon penerima dana bergulir nantinya,” ujar Puspita.

Puspita menambahkan sejauh ini terkait penyaluran dana bergulir syariah di wilayah Madura berjalan lancar, dan pihaknya belum menemukan adanya resiko pembayaran klaim.

“Artinya selama dua tahun progam dana bergulir syariah berlangsung, semua berjalan lancar. Kami harapkan hal seperti ini terus berlajut untuk tahun-tahun berikutnya,” pungkas Puspita.(ALEX/AS)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top