Kemenkop UKM Gencarkan Reformasi Koperasi - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Kemenkop UKM Gencarkan Reformasi Koperasi

Peluang Usaha
kemenkop ukm gencarkan reformasi koperasi
Menkop ukm, AAGN Puspayoga bersama menteri kelautan Susi

INDRAMAYU, megapolitanpos.com -Kementerian Koperasi dan UKM terus dan sedang melanjutkan program pemerintah yang melakukan reformasi total koperasi.

Tiga langkah reformasi yang digencarkan Kemenkop UKM adalah yang pertama rehabilitasi yaitu membuat database, dari 209.000 jumlah koperasi 62.000 diantaranya telah dibubarkan karena sudah tidak aktif lagi.

Karena menurut Menkop UKM beberapa waktu lalu pada wartawan bahwa kini Kemenkop lebih mengejar kualitas daripada kuantitas.” Apa gunanya jumlah koperasi yang banyak kalau tidak aktif, yang ada saja ditambah anggotanya”, kata Menkop, AAGN Puspayoga.

Yang kedua , reorientasi yaitu untuk meningkatkan koperasi dari kuantitas menjadi kualitas.
Dan yang ketiga adalah pengembangan, yang tidak lepas dari regulasi dan peraturan yang menghambat berkembangnya koperasi.


Utamanya pada langkah ketiga tentang Pengembangan Koperasi. Dalam hal ini, Kementerian mendorong koperasi-koperasi yang meiliki omset triliunan untuk membuka cabang di luar negeri. Kemudian pengembangan koperasi yang membangun pabrik maupun usaha, termasuk membuka sekolah maupun perguruan tinggi.


Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, dua langkah dalam reformasi total koperasi sudah menunjukkan hasil. Seperti langkah pertama tentang Rehabilitasi Koperasi. Kemenkop dan UKM sudah membekukan sebanyak 62 ribu koperasi dari total 206 ribu koperasi secara nasional. Jumlah ini tidak saja besar, tapi terbanyak di dunia.

Walaupun sumbangan pada PDB paling kecil. Saat ini baru 1,7 persen sumbangan koperasi pada PDB. Karena koperasi aktif yang sebanyak 147 ribu diberikan NIK (nomor induk koperasi) oleh kemenkop dan UKM. Selanjutnya untuk mengaktifkan koperasi-koperasi yang tidak dimasukkan dalam database, akan dibina dan diberi pendampingan agar jangan sampai tidak aktif lagi.


Lebih jauh Menkop mengatakan, pengembangan koperasi di Mojokerto berupa pembangunan pabrik gipsum. Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 600 hektar dengan investasi sebesar Rp 260 miliar. Koperasi ini mampu bangun pabrik karena omsetnya, kutip Puspayoga, mencapai Rp 2 triliun lebih.

"Nah, koperasi-koperasi yang sudah menembus omset Rp 5 trilunan, kita dorong untuk buka cabang di luar negeri, terutama negara yang banyak TKI seperti Malaysia, Hongkong, Korea, dan terus dimana-mana. Kemudian dalam pengembangan koperasi juga kita pertahankan agar Indonesia masih masuk dalam daftar koperasi internasioanal tidak saja satu, tapi lebih dari dua koperasi yang berskala rangking 120 dunia.

Saya juga baru ketemu pemilik brand Harley Davidson yang siap bikin koperasi atau membantu koperasi dengan menjual atau menyediakan merchandise Harley Davidson lewat koperasi. Jadi dalam pengembangan ini harus bisa riil dan dirasakan langsung masyarakat," ujarnya.


Sekarang yang menyangkut langkah Re-orientasi koperasi, lanjut Puspayoga, fokusnya tidak usah lagi banyak-banyak jumlah koperasinya, tapi orientasinya pada kualitas. Bukan berarti tidak boleh banyak, tapi buat apa buat koperasi kalau hanya mengandalkan bantuan pemerintah.

"Sekarang pemerintah lebih berorientasi pada masyarakat sendiri yang mau buat koperasi. Jadi bottom up, bukan top down. Tidak boleh lagi pemerintah membantu untuk masyarakat bikin koperasi. Biar masyarakat dulu yang bentuk, baru pemerintah melihat apa yang dibutuhkan," kata mantan Wagub Bali. (Ach.Sholeh)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top