Menangis Terus, Ayah Tega Membunuh Anaknya Sendiri - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Menangis Terus, Ayah Tega Membunuh Anaknya Sendiri

Kriminal
menangis terus ayah tega membunuh anaknya sendiri
Keterangan Pers

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang- Dugaan tindak pidana kekerasan yang dilakukan tersangka SMN terhadap anaknya sendiri Muhammmad Syaifullah (4 bulan) yang mengakibatkan meninggal dilakukan oleh bapak kandung terjadi di Kampung Bulak Kambing Rt 01/01 Kel. Pajang Kecamatan Benda Kota Tangerang

Kapolrestro Tangerang Kota Kombes Pol Abdul Karim Sik.MSi menceritakan kronologis kejadian yaitu pada hari Rabu 6 Februari 2019 pukul 17.30 WIB, saat tersangka (ayah korban) pulang kerja dan tiba di kontrakan (TKP), tersangka melihat saksi 1 (ibu korban) dan korban sedang bermain di ruang depan.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan kemudian tersangka mendekati keduanya, namun korban menangis. Sehingga saksi 1 menenangkan dengan menggendong korban, setelah korban tidak menangis tak lama datang pembeli jajanan di warung depan kontrakan tersebut,"sehingga saksi 1 menyerahkan korban ke tersangka untuk digendong dan karena hendak melayani pembeli," ujarnya.

Masih kata Kapolres saat tersangka menggendong korban, korban kembali menangis, dan tersangka berupaya untuk menenangkan korban. Tetapi korban tetap menangis dengan suara keras. Karena merasa kesal dan kelelahan, sambil menggendong korban, tersangka melakukan pemukulan kepada korban secara keras dengan tangan kanan mengepal ke bagian dada sebanyak 2 kali dan perut 1 kali. Sehingga korban seketika tidak bersuara."Melihat kondisi tersebut, tersangka kaget dan meletakkan korban di ayunan. Terlihat oleh saksi 1 saat memasuki rumah, bahwa tersangka terdiam sambil melihat korban didalam ayunan. Kemudian saksi 1 menangis sambil menanyakan ke tersangka apa yang terjadi. Lalu tersangka mengajak saksi 1 untuk membawa korban ke RSUD Kalideres," ujarnya.

Tiba di RSUD Kalideres sekira pukul 18.45 WIB, tersangka dan saksi 1 menyerahkan korban ke dokter jaga untuk dilakukan pengecekan kondisi kesehatan korban. Kemudian hasil pengecekan dokter jaga menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Setelah itu tersangka menjelaskan ke saksi 1, bahwa dirinya telah melakukan pemukulan secara keras dengan tangan kanan ke bagian dada dan perut korban. Tersangka juga mengakui beberapa hari sebelumnya pernah menengkurapkan korban dan memukul bagian belakang (punggung korban) menggunakan tangan kanannya dengan posisi mengepal sebanyak 2 kali.

Mendengar keterangan tersebut saksi 1 menghubungi pihak keluarga dan Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota. Mendengar informasi tersebut, Piket Sat Reskrim mendatangi RSUD Kalideres dan berhasil mengamankan tersangka. Selanjutnya tersangka dan BB (berupa pakaian korban) dibawa ke Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota guna pengusutan lebih lanjut.

"Sebab matinya korban ini akibat kekerasan pada punggung, yang menyebabkan patah tulang iga sehingga terjadi pendarahan dan gangguan proses pernafasan, itu hasil otopsinya. Barang bukti yang diamankan 1 buah potong baju berwarna kuning, 1 buah potong celana berwarna kuning, 1 porong kaos dalam berwarna pink dan 1 potong selendang batik berwarna coklat". Jelas Kombes Pol Abdul Karim Sik.MSi kepada wartawan.

Kapolres menuturkan asal yang diterapkan oleh penyidik yaitu Pasal 76C Pasal 80 ayat (3) dan ayat (4) UU RI No.35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sub Pasal 44 ayat (3) UU RI No. 23 Tahun 2004 Tentang PKDRT.(Syifa)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top