Sejarah Masjid Jami Kalipasir Bagian II - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Sejarah Masjid Jami Kalipasir Bagian II

Wisata
sejarah masjid jami kalipasir bagian ii
Masjid Jami Kalipasir Kota Tangerang

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-H.A Syaerodji ketua DKM masjid Jami Kalipasir bercerita pada masa Sultan Ageng Tirtayasa tahun 1652 sampai 1683 daerah sebelah Timur Cipamunggas menjadi basis pertahanan dan petempuran Banten terhadap VOC.

Dan Sultan Ageng Tirtayasa memperistri seorang putri yang berasal dari Kalipasir yaitu Nyai Raden Orienegara putri Pangeran Maahadjaja Diaga Adipati kuripan II.

Dalam situasi peperangan yang terjadi antara Kesultanan Banten VOC, Nyai Raden Orienegara ikut mengangkat senjata berperang melawan VOC pada masa itu, setelah wafat Nyai Raden Orienegara dimakamkan dibelakang masjid Kalipasir.

Tahun 1712 kepengurusan masjid dilanjutkan Raden Bagus Uning Wiradilaga putra dari Tumenggung Pamitwidjaja.Tahun 1740 dilanjutkan oleh cucunya Tumenggung Aria Romadon (bergelar Aria Gerendeng II menggantikan Maulana Syarif).

Tahun 1780 Tumenggung Aria Romadhon wafat ( dimakamkan dibelakang masjid jami kalipasir) setelah wafat kepengurusan dilanjutkan oleh putranya Aria Tumenggung Sutardilaga

Tahun 1823 Aria Tumenggung Sutardilaga wafat dimakamkan di belakang masjid Jami Kalipasir .

Tahun 1830 dilanjutkan oleh Raden Aria Idar Dilaga (Aria terakhir di Tangerang)

Tahun 1865 diteruskan oleh Nyi Raden Djamrut bersama suami nya Radem Abdullah sampai 1904.Tahun 1904 diurus dan diperbaiki serta dibangun Menara oleh putranya Raden Jasin Judanegara.Tahun 1918 bagian dalamnya diperbaiki oleh Raden Jasin Judanegara, dengan H. Muhibi dan H Abdul Kadir Banjar.

Tanggal 24 April 1959 s/d Agustus 1961 menara lama diperbaiki dan dirombak oleh Habullah nin Abdul Kadir, Nyi Ratu Hj. Murtafiah binti K. H. Asnawi (Syekh Asnawi), sebagai penggerak pembangunan masjid pada saat itu. Bersama H. M. Toha bin H. Muhibi , R.H. Abdul Syukur Yasin bin R.H. M. Yasin dan M. Badry Abdul Manan sebagai panitia pembangunannya dan dinding bagian dituliskan kaligrafi oleh M. Badry Abdul Manan beberapa tahun kemudian.



Dalam arsip VOC dag register 4 maret 1680 dijelaskan bahwa VOC membuat pemerintahan yang lepas dari kekuasaan Banten mengangkat Bupati dengan gelar Aria Sutadilaga I sampai Aria Sutadilaga VII yang akhirnya pemerintahan tersebut dihapus oleh VOC pada tahun 1809 ( dalam catatan dkm ditemukan nama tokoh Aria Sutadilaga namun berbeda penyebutan tahun pengangkatannya).Syifa



Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top