Carut Marut Izin Tambang Kalteng: Dikuasai Preman Berdasi (1) - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Carut Marut Izin Tambang Kalteng: Dikuasai Preman Berdasi (1)

Peristiwa
carut marut izin tambang kalteng dikuasai preman berdasi 1
Kapal Tongkang

MEGAPOLITANPOS.COM—Jakarta : Memasuki tahun baru 2019, dunia pertambangan di Kalimantan Tengah masih carut marut. Kesemrawutan yang sudah terjadi puluhan tahun, tidak bisa ditertibkan dalam waktu sekejap. Kesemrawutan yang diakibatkan oleh ambiguitas otoritas pemberi perizinan, tak mudah dirapikan.

Tumpang tindih antara perizinan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat pada era sebelum reformasi semakin dikacaukan oleh perizinan yang dikeluarkan oleh Bupati/Kepala Daerah.

Dengan berlakunyaUndang Undang 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, maka mulai Oktober 2016 seluruh urusan pertambangan beralih ke Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi.

Dari situlah Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Kalimantan Tengah mulai berbenah. Setelah mengambil semua urusan dari daerah, dalam hal ini adalah 13 kabupaten dan 1 kota, maka carut-marut tadi sangat kasat mata. Dalam kaitannya dengan perizinan, maka Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang semula ditangani Kabupaten/kota, langsung diambilalih oleh provinsi.

Sebagaimana diketahui, kualitas batu bara Kalimantan Tengah memang primadona. Karena batu bara di wilayah ini, terutama yang berada di sekitar DAS Barito, merupakan batu bara kualitas nomor satu (King Coal). Karena itu, para pengusaha berebut mengajukan izin, dan celakanya, para bupati memberikan izin secara membabi-buta.

Setelah diambilalih oleh Dinas ESDM Provinsi, maka segala permasalahan dari daerah tumplek. Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Kalteng yang baru, Ermal Subhan bersusah-payah berbenah.

“Jumlah luas wilayah izin usaha pertambangan (IUP) di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai 1.719.510 hektare (ha). Luasan itu tersebar di 14 kabupaten/kota,” tutur Kepala Dinas ESDM Kalteng Ermal Subhan beberapa waktu lalu.

Barito Utara Terbanyak

Dari penelusuran dokumen megapolitanpos.com, daerah yang memiliki jumlah perusahaan tambang khususnya pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara terbanyak adalah Barito Utara. Yaitu ada 141 perusahaan. Dengan luas lahan garapan mencapai 307.965 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Murung raya, yaitu terdapat 34 pemegang IUP dengan luas 570.272 hektare.

Jika dilihat dari jumlah total wilayah IUP yang sudah berstatus Operasi Produksi, di Kabupaten Barito Utara yang terbanyak beroperasi. Sebab di kabupaten ini, IUP stastus Operasi Produksi sudah mencapai 272,305 hektare. Sedangkan di Murung Raya hanya 224,804 hektare.

Ermal menambahkan, untuk se-Kalteng, total luas wilayah tamang batu bara yang digarap mencapai 1,719 juta hektare. “Terdiri atas luas wilayah yang masih eksplorasi sebanyak 581.686 hektare. Dan yang sudah IUP operasi produksi, justru jauh lebih banyak. Yaitu mencapai 1,137 juta hektare," lanjutnya.

Sudah menjadi pengetahuan umum, banyaknya perusahaan pertambangan di Kalteng, tidak sebanding dengan tingkat kesejahteraaan rakyatnya. Setahun silam, tepatnya 3 Januari 2018, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengeluh soal ini. Sumber daya alam Kalteng dirampok oleh para preman berdasi.

"Sumber daya alam Kalteng melimpah, tapi masih banyak warganya yang miskin. Ini karena masih banyak preman berdasi yang menguasainya," ujar Sugianto. (wd/*)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top