Pemilu Presiden 2019, Kaum Millennial Lumbung Suara Dalam Politik - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Pemilu Presiden 2019, Kaum Millennial Lumbung Suara Dalam Politik

Politik
pemilu presiden 2019 kaum millennial lumbung suara dalam politik
HRH. Alice Monoarfa Politisi Golkar dan Pengusaha

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Pemilu Presiden 2019 Kaum Millinneial sebagai lumbung suara dalam politik. Mulai dari Pemilihan Presiden (Pilpres) sampai Pemilihan Legislator (Pileg), persiapan sudah dilakukan sejak awal Agustus 2018, pendaftaran Bakal Calon (Balon) legislator, Presiden dan Wakil Presiden, sampai pengesahan Calon Tetap peserta Pemilu Serentak.

HRH. Alice Monoarfa Politisi Golkar dan Pengusaha, mengatakan. Dalam Pemilu serentak tahun 2019, tentunya nanti awal dari penerapan peraturan dan Undang-Undang yang baru, Parpol peserta pemilu harus bisa menyesuaikan strategi politiknya.

Perubahan kebijakan politik di tahun 2019 tentunya untuk membawa perubahan pandangan di Negara ini, terangnya. Minggu (25/11/2018).

"Dengan perubahan ini dipengaruhi oleh kondisi politik kita di tahun-tahun sebelumnya. Ada beberapa hal baru atau hal yang diperbarui dalam rangka menjelang pemilihan umum serentak, seakan pandangan pemilihan umum tahun 2019 akan berbeda sekali dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti Kaum millennial merupakan bonus demografis bagi partai politik," ungkap Alice, saat ditemui diacara Indonesia Economy Forum, Hotel Shangrila Jakarta.

Menurutnya. Kaum millennial, akhir-akhir ini ada istilah yang sering digunakan oleh politisi dalam menyusun strategi politik. Target mendekati kaum millennial oleh sejumlah partai politik tidaklah salah. Karena jumlah kaum millennial pada pemilu 2019 menurut pengamat politik Voxpop Center Pangi S Chaniago jumlahnya mencapai 40%, kaum millennial sejatinya selalu Up To Date dengan informasi dan teknologi, memperbarui informasi sebagai wawasan dan cara pandang dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang tengah berkembang. Begitu juga perihal pandangan politik, kaum ini sangat dipengaruhi oleh informasi yang berkembang melalui media sosial, tambahnya.

Bahkan banyak partai politik yang memiliki afiliasi dengan organisasi berbasis kepemudaan, hal ini baik bagi masa depan demokrasi di Indonesia. Karena akan ada kaderisasi, namun bila kaderisasi kaum millennial ini salah akan berdampak buruk bagi demokrasi di Indonesia. Isu SARA dan perilaku politisasi identitas sangat memungkinkan terjadinya gesekan sosial, jelas generasi millennial sangat menentukan dalam pemenangan politik di pemilu 2019 nanti, baik dengan cara sebagai relawan dalam dunia maya maupun dalam gerakan relawan di dunia nyata.

"Pemandangan politik di Indonesia pada pemilu tahun 2019 tentunya memiliki perubahan, berkaca pada pemilu tahun 2014. Dimana Pemerintahan saat ini yang memenangi kontestansi sangat dipengaruhi oleh gerakan relawan, bukan sekadar kekuatan dari komposisi koalisi partai pendukung. Maka dalam hal ini Partai politik sama-sama menarik simpatisan dan pendukung dari kaum millennials sebagai relawan pemenangan," imbuhnya.

Lanjut Alice, hanya dalam tataran akar rumput pemilih dan relawan yang bisa dijadikan memobilisasi.Tokoh figur politik pun kini menampilkan kaum muda yang millennials dalam setiap even publik, bahkan mengusung politisi millennials dalam setiap pemilihan di multi level. Jelas ditahun politik ini Kaum millennial bisa dijadikan kategori menguntung untuk meraih suara sebagai lubung suara untuk meraih kemenangan dalam Pemilihan Umum secara serentak, pungkasnya. (amr)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top