Gerakan Save Kinipan: Upaya Selamatkan Warga Dayak Tomun - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Gerakan Save Kinipan: Upaya Selamatkan Warga Dayak Tomun

Peristiwa
gerakan save kinipan upaya selamatkan warga dayak tomun
-

Tumpukan kayu hasil landclearing PT SML.(dok save kinipan)

MEGAPOLITANPOS.COM, Palangkaraya-Dalam beberapa pekan ini, facebook kembali dihebohkan dengan beberapa berita mengenai Save Kinipan.

Halaman facebook Save Kinipan juga tidak berhenti mengupdate berita tentang tudingan kepada PT. SML (Sawit Mandiri Lestari) yang telah merampas hutan wilayah Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Lamandau. Karena halaman facebook mereka cukup aktif, kami mencoba menghubungi mereka melalui pesan facebook mereka.


Wartawan megapolitanpos.com mencoba berdiskusi dengan Admin facebook tersebut, tetapi dengan kesepakatan bahwa mereka tidak akan menjawab siapa nama Admin halaman Save Kinipan dengan pertimbangan keamanan.

Mereka mengatakan bahwa tudingan ini di dasarkan pada fakta lapangan yang telah didapatkan dari tim mereka, bahwa memang hutan Kinipan saat ini sedang dilakukan landclearing oleh PT. SML. Mereka ingin bahwa Landclearing ini berhenti karena hutan yang sedang di Landclearing tersebut adalah tanah nenek moyang mereka, juga tempat masyarakat berladang, maupun berburu untuk memenuhi kebutuhan hidup warga Kinipan, yang notabene adalah masyarakat Adat Dayak Tomun.

PT. SML sendiri sudah mengantongi ijin resmi untuk perkebunan sawit seluas 26.995,46 ha melalui Keputusan Bupati Lamandau EK. 525.26 / 15 / SK-IL / VI / 2012 pada tanggal 26 Juni 2012 tentang Izin lokasi untuk PT. SML di Kecamatan Delang & Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau. Juga melalui SK Menteri Kehutanan No. S.355 / Menhut-II / 2014 pada tanggal 29 Agustus 2014 maka PT. SML mendapatkan pelepasan kawasan seluas 19.240 hektar.

Menurut admin dari halaman Facebook Save Kinipan, data terbaru mereka memperkirakan bahwa saat ini PT. SML sudah melakukan Landclearing sebanyak kurang lebih 10.000 hektar.

Dalam perencanaan sawit ini, PT. SML juga diduga menghancurkan habitat Orangutan. Mereka mengatakan ini juga sesuai dengan survey yang sudah dilakukan oleh Borneo Orangutan Foundation Survival yang berjudul “Survey Populasi dan Pengelolan Konservasi Orangutan di areal perkebunan kelapa sawit PT. SML” yang menyatakan bahwa terdapat 28 sarang dengan 6 jalur transek sepanjang 8.500 meter, dan diperkirakan terdapat 0,23 individu/km2.

Dengan demikian maka diperkirakan ada 23-25 individu Orangutan di area PT.SML.

Dikonfirmasi terpisah melalui sambungan telepon, Paulinus Kristianto dari Centre for Orangutan Protection mengatakan bahwa tim mereka menemukan 4 sarang yang berjarak hanya 200-500 meter di area jalan blok perencanaan pembukaan lahan oleh PT. SML.

“Kita harus mendorong PT.SML untuk menghentikan aktifitas yang membahayakan Orangutan ini, karena sesuai UU No. 5 tahun 1990 sudah jelas mengatakan bahwa pelanggar bisa dikatakan sebagai pelaku tindak pidana. Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus segera mungkin memverifikasi ulang ijin perkebunan PT. SML yang diduga berada dikawasan habitat Orangutan” (Bag/*)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top