SDN Cinyosog 01 Abaikan Permendikbud - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

SDN Cinyosog 01 Abaikan Permendikbud

Pendidikan
sdn cinyosog 01 abaikan permendikbud
Ilustrasi

MEGAPOLITANPOS.COM - Kabupaten Bogor. SD Negeri Cinyosog 01 yang terletak di Jl. Cileungsi Setu RT04/01, Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor mengabaikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 2 Tahun 2008, Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 tentang buku dan Permendikbud RI No. 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah. Pasalnya sekolah tersebut menjual Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) terhadap murid.

Informasi yang diterima oleh wartawan dari sejumlah orangtua murid beberapa waktu yang lalu bahwa pihak sekolah menjual buku LKS dengan harga yang cukup tinggi. Mereka juga mengeluhkan penjualan buku LKS itu karena dianggap membebani. Wartawan mencoba menelusuri dan mendatangi SD Negeri Cinyosog 01.

"Harga buku LKS Rp100.000 untuk 10 mata pelajaran, namun sampai saat ini baru dikasih 9 buku, yang satunya belum di kasih padahal udah mau 6 bulan," kata salah seorang orangtua murid yang namanya tidak bersedia dimuat dengan alasan keamanan anaknya disekolah.

Orangtua murid berharap agar pihak sekolah sadar akan biaya yang di keluarkan oleh orang tua murid sudah membebani, apalagi yang sekolah di SD Negeri Cinyosog 01 tidak semuanya orang mampu.

"Sekolah negeri dari SD sampai SMP kan harusnya gratis, tapi faktanya mana. Seharusnya Kepala Sekolah itu sadar bahwa buku LKS itu sangat membebani apalagi yang sekolah disini banyak orang tidak mampu," ujar orangtua murid kepada wartawan saat hendak menjemput anaknya di SD Negeri Cinyosog 01 pada Rabu (6/11/2018) pukul 12.00 WIB sambil memperlihatkan buku LKS itu.

Dengan adanya informasi dan keluhan dari orangtua murid bahwa SD Negeri Cinyosog 01 menjual buku LKS kepada murid, wartawanpun mencoba mengkorfirmasi kepada pihak sekolah untuk mencaritau kebenaran informasi tersebut. Namun pihak sekolah membantah dan mereka berdalih bahwa kejadian itu adalah tahun lalu.

"Tidak ada buku LKS di sini, terakhir pakai buku LKS tahun kemarin. Sekarang sudah ada intruksi dari UPT jadi kami tidak menggunakan buku LKS lagi," Ujar Agus yang mengaku disuruh Kepala Sekolah untuk menjawab pertanyaan wartawan pada Selasa (6/11/2018).

Sebelum adanya intruksi dari UPT, pihak Komite Sekolah pernah menjual buku LKS, namun Kepala Sekolah tidak ikut campur soal penjualan buku LKS itu. Sebelumnya bahkan sempat ada oknum wartawan yang menawarkan buku LKS kepada Kepala Sekolah.

"Tahun kemarin yang jual buku LKS itu Komite Sekolah, oknum wartawan juga ada yang nawarin. Bahkan wartawan itu bilang gak usah takut gak ada resikonya," kata Agus sambil menirukan pernyataan oknum wartawan yang dimaksud.

Terpisah, Samaruddin RS SH Penasehat Perkumpulan Pemerhati Kebijakan dan Layanan Publik (PKLP), terkait adanya oknum wartawan yang menawarkan buku LKS kesekolah. Dia menuturkan bahwa perilaku oknum wartawan itu telah menyimpang dari tupoksinya.

"Wartawan itu kan sosial control, namun saat ini perlu dipahami banyak yang ngaku-ngaku wartawan dengan tujuan tertentu. Kode etik wartawan ada jadi kalau dia wartawan benaran tidak mungkin malah menawarkan buku LKS ke sekolah-sekolah sebab Permendikbud sudah sangat tegas melarang penggunaan buku LKS," tutur Samaruddin.**(Anjar).

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top