Miris, Bunga Bocah 7 Tahun Diperkosa Pamannya Berakhir Dengan Damai - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Miris, Bunga Bocah 7 Tahun Diperkosa Pamannya Berakhir Dengan Damai

Kriminal
miris bunga bocah 7 tahun diperkosa pamannya berakhir dengan damai
Ilustrasi

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang - Miris benar nasib Bunga (7 Thn) nama samaran bocah kecil yang diperkosa oleh Mrs (54 Thn) pamannya berakhir dengan damai secara Kekeluargaan.

Peristiwa naas tersebut terjadi pada hari Kamis 25 Oktober 2018 lalu, pukul 11.00 Wib, di Kampung Bayur Kali Rt 003 Rw 004, Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang. Atas peristiwa tersebut menyebabkan korban mengalami demam dan vaginanya mengeluarkan darah. Lalu Korban, Nuraeni (Tante Korban) dan Nuryati (Ibu Korban) melaporkan kejadian tersebut.

Iptu Badruzzaman, Kanit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Metro Tangerang Kota, Membenarkan adanya peristiwa tersebut, dengan Nomor LP/B/890/X/2018/PMJ/Restro Tng Kota. Yang terjadi pada hari Kamis 25 Oktober 2018, terang Badruz Kepada Megapolitanpos.com

"Peristiwa itu terjadi di Kampung bayur Kali, Rt 003 Rw 004, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Pada saat itu kedua orang tua sedang bekerja dan korban tinggal bersama tantenya yang juga kerja serabutan, karena rumah Nuraini (Tante Korban) sedang sepi lalu korban main kerumah tersangka Mrs (Paman korban) tidak jauh dari rumah tantenya. Saat korban bermain kerumah tersangka keadaan rumahpun sedang sepi hanya Mrs dan Korban. Lantaran suasana sepi tersangka pun melakukan aksi nafsu bejatnya terhadap korban (bunga, red) sehingga korban mengalami demam dan mengeluarkan bercak darah divaginanya," kutip Badruz. Senin (05/11) 2018.

Lanjut Badruz, Setelah peristiwa itu terjadi kedua orangtuanya, Nuraini dan korban melaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota Unit PPA dan diarahkan untuk divisum terlebih dahulu. Hasil visum rumah sakit korban menggalami selaput dara intak (utuh), tampak luar lecet pada selaput dara bibir 0,7 x 0,5 cm (luka pada bibir vagina).

"Pada tanggal 26 Oktober 2018. Pelapor mencabut laporan polisi, dengan alasan keluarga besar tidak bersedia tersangka diproses secara hukum, beralasan tersangka telah ikut membesarkan korban, pelapor sudah memaafkan tersangka dan tidak ingin psikologis korban terganggu apabila diminta untuk mengingat kejadian tersebut terus-menerus. Karena usia tersangka yang sudah tua serta sering sekali sakit- sakitan," terang Badruz.

Tersangka akan tetap dijerat pasal 81 dan pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Sementara, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, mengatakan kasus Bunga (7 Thn) ia sangat perihatin,"dengan berdamai secara kekeluargaan ini bisa mempengaruh psikologis anak untuk mengecap pendidikan di masa depannya," kata Retno saat dihubungin Via Seluler, Selasa (06/11/2018).

"Proses hukum harus terus berlanjut, walau pun damai secara keluarga, apa pun alasannya," imbuhnya.

Ia berharap kepada pihak kepolisian sebagai penegak hukum dalam kasus ini. Untuk memproses tersangka sesuai UU dalam Perlindungan anak agar mendapatkan hukumannya. tidak ada alasan apa pun, ini harus di proses secara hukum tidak bisa dibatalkan, pungkasnya. (amr)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top