KPBI Kecam Tindakan Represif Polisi - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

KPBI Kecam Tindakan Represif Polisi

Jakarta Pusat
kpbi kecam tindakan represif polisi
Unjuk Rasa Buruh Di Istana Negara

Megapolitanpos.com. Jakarta. Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) mengecam tindakan represif Kepolisian Daerah Metro Jaya dalam membubarkan unjuk rasa Komite Aksi Upah (KAU) untuk menolak PP Pengupahan pada Sabtu, 30 Oktober 2015. KPBI merupakan bagian dari aliansi KAU. KPBI juga menuntut Kepolisian menerebitkan SP3 untuk membatalkan status 23 tersangka yang dituding melakukan pembangkangan terhadap aparat.

Micheal, pengurus nasional KPBI dalam keterangan persnya (31/10) di Jakarta mengatakan "KPBI menganggap kepolisian telah menggunakan kekerasan berlebihan dalam membubarkan unjuk rasa. Padahal, KAU melakukan unjuk rasa damai. Buruh tidak melakukan perlawanan atau menyerang terlebih dahulu dalam bentrok semalam."

"Kekerasan aparat menyebabkan buruh luka-luka. KPBI masih memastikan jumlah peserta unjuk rasa yang terluka."

"Tidak hanya itu, aparat juga merusak mobil komando buruh yang tertinggal ketika dipukul mundur polisi. Pasukan Turn Back Crime juga terlihat memecahkan kaca."

"Untuk itu KPBI mendesak anggota kepolisian yang melakukan kekerasan berlebihan dihukum." ujar Micheal.

Micheal menambahkan "Kekerasan berlebihan juga dilakukan Polda Metro Jaya dalam menangkap peserta unjuk rasa. Dari 25 peserta aksi yang ditangkap, lima orang mengalami luka memar. "

"Salah satu buruh malah mengalami luka di pinggang akibat dipukul menggunakan batu tiga kali oleh polisi."

"KPBI juga mendesak Kepolisian Daerah Metro Jaya menerbitkan SP3 untuk membatalkan status tersangka 23 peserta aksi unjuk rasa. Polisi menerapkan pasal 216 kuhp tentang tidak mengikuti perintah aparat."

Sementara itu Alghif Asqa dari LBH Jakarta menilai "pasal yang dikenakan tersebut merupakan pasal karet yang dipergunakan oleh negara untuk membelenggu kebebasan berpendapat. Selain itu, penerapan pasal itu merupakan pengekangan terhadap demokrasi."

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top