Disdik diminta Awasi Sekolah Terkait Maraknya Penjualan Buku LKS di Jonggol - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Disdik diminta Awasi Sekolah Terkait Maraknya Penjualan Buku LKS di Jonggol

Pendidikan
disdik diminta awasi sekolah terkait maraknya penjualan buku lks di jonggol
SDN Di Jonggol

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Bogor-Maraknya penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di lingkungan SD Negeri Kecamatan Jonggol menjadi sorotan dari sejumlah pihak.

Oleh karena itu Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sudah waktunya membentuk team agar peredaran buku LKS dapat dihentikan.

Penjualan buku LKS dilingkungan sekolah adalah melanggar Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 2 Tahun 2008 Tentang Buku. Bahkan dipasal 11 sudah cukup ditegaskan bahwa penjualan buku dan LKS adalah diarang.

Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan, dan Permendikbud RI No. 75 Tahun 2016 Tentang Komite Sekolah, sangat jelas melarang penjualan buku LKS. Sehingga tidak ada alasan bagi sejumlah SDN di kecamatan Jonggol untuk menggunakan buku LKS.

seharusnya latihan-latihan itu dibuat sendiri oleh guru sebab dalam kurikulum baru, tidak ada lagi LKS. Kalau ada, itu kesalahan dan harus dihentikan. Penggunaan buku LKS tentu akan mengubah filosofi cara belajar siswa aktif menjadi pasif, sehingga sistem pembelajaran yang harusnya mengutamakan diskusi antar guru dan teman dikelas tidak berjalan dengan baik.

Penelusuran megapolitanpos.com ada indikasi kerjasama antara oknum kepala sekolah dengan pihak distributor, bahkan proses penjualannya tergolong unik sebab pihak sekolah mengarahkan orangtua murid untuk membeli buku LKS disebuah tempat yang lokasinya tidak jauh dari lingkungan sekolah, disana pihak distributor sudah menyiapkan buku LKS dengan waktu yang sudah ditentukan dan tergolong singkat paling sekitar dua hari sehingga terkadang terjadi perebutan.

Pengakuan salah seorang distributor ketika ditemui wartawan beberapa waktu yang lalu, Hasil penjualan buku LKS uangnya tidak seberapa karena para oknum kepala sekolah meminta succes fee tidak tanggung-tanggung dari 40% hingga 50% dari harga jual.

"Kami terlebih dulu menawarkan buku LKS itu kepada Kepala Sekolah, kan tidak semua Kepala Sekolah yang mau. Ada yang tidak mau sama sekali, tapi ada juga yang malah menghubungi saya. Biasanya sekolah yang menggunakan buku LKS itu karena Kepala Sekolahnya rakus sama duit, kan mereka minta fee bahkan ada yang sampai nitip harga kan rakus," kata salah seorang distributor yang namanya enggan dipublikasikan.


Untuk menindaklanjuti informasi itu, megapolitanpos.com mendatangi SD Negeri Citra Indah Sukamaju, Kecamatan Jonggol. Wartawan diterima salah seorang guru yang diduga kuat sebagai Kepala Sekolah. Pihaknya mengaku bahwa sekolah menggunakan buku LKS dan menjual Seragam Sekolah.

"Panggil saja Kus, saya tenaga pengajar disini. Kalian orang yang ke tiga datang kemari untuk menanyakan LKS, yang pertama dari Dirjen langsung. Klo soal LKS orang tua murid yang mencari sendiri saya juga tidak tau dimana membelinya. Kalau seragam memang kami jual biar seragam, jadi kami menjualnya," ucap Kus dengan lantang pada Selasa (30/10/2018).

Ditempat terpisah salah seorang orangtua murid yang namanya tidak bersedia disebut saat hendak menjemput anaknya di SDN Citra Indah Sukamaju, Kecamatan Jonggol. Dia meminta penjualan seragam sekolah segera dihentikan karena menyalahi peraturan PP Nomor 17 tahun 2010 pasal 181 dan 198 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 45 tahun 2014 Bab IV pasal 4.

"Kita tau peraturan tapi karena anak saya sekolah disitu ya kita ngikut aja. Mungkin Wartawanlah yang bisa mengkritisi agar sekolah itu menghentikan penjualan LKS dan Seragam, kan melanggar peraturan. Kalau orangtua murid yang menyampaikan kepada Kepala Sekolah tidak mungkin," tuturnya kepada Wartawan saat ditemui tidak jauh dari SDN Citra Indah Sukamaju pada Selasa (30/10/2018).**(An/Gh).

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top