Pengamat: Prabowo Harus Pecat Ratna Sarumpaet Dari Tim Kampanye - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Pengamat: Prabowo Harus Pecat Ratna Sarumpaet Dari Tim Kampanye

Politik
pengamat prabowo harus pecat ratna sarumpaet dari tim kampanye
Efriza Pengamat Politik

MEGAPOLITANPOS.COM- Kasus Ratna Sarumpaet yang tersebar di media sosial menimbulkan polemik di masyarakat, dan ditanggapi oleh pasangan calon presiden nomor dua dengan melakukan konferensi pers. Kasus ini juga mendapatkan respons cepat dari Polri yang setelah mendalami kasus ini melakukan konferensi pers, dari konferensi pers ini tergiring problematika lainnya, jika kasus ini adalah upaya melakukan rekayasa. Apa yang direkayasa? “Kasus ini perlu didalami oleh pihak kepolisian lebih lanjut.

Terkait masalah ini, pengamat politik yang juga dosen Ilmu Politik di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN), Efriza kepada Megapolitanpos.com mengemukakan bahwa "Dalam menanggapi kasus ini, semestinya Pak Prabowo bukan saja meminta untuk Kapolri segera melakukan proses investigasi atas kasus ini. Tetapi perlu melakukan konferensi pers kedua untuk menanggapi hasil investigasi pihak kepolisian."

Lebih lanjut Efriza mengatakan, mengapa hal itu perlu dilakukan oleh Prabowo Subianto? Jika kasus ini dihadirkan ada unsur kesengajaan untuk memancing simpatik publik dan juga mengupayakan kebencian, tentu saja ketika terbongkar maka akan menimbulkan efek “terpecik” muka sendiri.

Oleh sebab itu, “konsekuensi yang dapat dilakukan untuk menunjukkan itikad baik adalah, Prabowo menggelar konferensi Pers lanjutan dengan menyampaikan bahwa jika terbukti menyebar berita bohong atau palsu dan rekayasa dengan tujuan merusak iklim demokrasi, maka Ratna Sarumpaet dicoret sebagai bagian tim kampanye pemenangan pasangan Calon urut nomor dua Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno,” lanjut Efriza. Hal ini memang telah dilakukan oleh Tim Pasangan Prabowo-Sandi, meski tanpa konferensi pers kedua Prabowo.

Efriza menambahkan persoalan berikutnya yang semestinya segera dilakukan adalah mengupayakan tim kampanye pemenangan pasangan calon Prabowo-Sandi ini menunjukkan itikad baik merawat demokrasi dengan cara melakukan beberapa evaluasi internal ke tim kampanye pasangan calon. “Evaluasi internal diperlukan, sebab terlihat sekali secara gamblang, bahwa tim kampanye Prabowo tidak solid. Tampak terlihat bahwa gerak isu dan pola pikir adalah hasil sendiri-sendiri, tidak matang, ini seperti bukan kerja tim, jika ini diteruskan maka akan menggerus pendukung sendiri, fatalnya kehilangan simpatik rakyat.”

Menurutnya, melalui penetapan kriteria-kriteria dalam melakukan pengolahan isu, menyampaikan isu, dan merancang simpatik masyarakat, maka menurut Efriza, “akan terlihat bahwa pasangan calon Prabowo dengan tim terdapat garis komando, tata aturan, dan terhindar dari melulu merespons berita di media sosial. Atau terjebak dalam “jebakan batman” dari kerja individual di tim kemenangan tanpa kordinasi, yang malah menggerus suara untuk pasangan calon ini.”

Trik memancing simpatik masyarakat melalui penyebaran berita hoax, ujaran kebencian, maupun fake news adalah tindakan tidak menghargai suara rakyat, jelas Efriza.

Lebih lanjut Efriza meegaskan bahwa "hal ini malah merusak tatanan demokrasi itu sendiri, jika hal ini yang dipilih untuk memenangkan pasangan calon, maka yang terjadi adalah bukannya memperoleh simpatik masyarakat, malah menyebabkan tergerusnya suara-suara pendukungnya sendiri."

Oleh sebab itu, “Kesadaran evaluasi internal perlu dibangun, mengenai realitas bahwa pendukung masing-masing pasangan calon adalah sama-sama pendukung fanatik. Sehingga, yang diperlukan adalah pengupayaan penggalian potensi yang sudah ada secara lebih optimal, atau penggalian bagian yang dimiliki dalam kelompok sendiri berdasarkan keberhasilan dari perolehan sebelumnya.” Jangan seperti sekarang, semua orang di tim kampanye seperti ingin menampilkan diri di panggung politik, malah mirip suporter tim fanatik klub sepakbola, ujung-ujungnya pencoretan nama seseorang sebagai tim kampanye, inilah pentingnya evaluasi internal, dari kasus Ratna Sarumpaet.(arton)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top