Pekerja JICT Kecam Pernyataan Rhenald Kasali - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Pekerja JICT Kecam Pernyataan Rhenald Kasali

Politik
pekerja jict kecam pernyataan rhenald kasali
Ketum SP JICT, Nova Hakim

Megapolitanpos.com. Jakarta.Tulisan artikel Rhenald Kasali di Kompas.com pada Senin (19/10) tentang sosok Dirut Pelindo II RJ Lino. Di dalam artikel tersebut Rhenald mempersoalkan alasan pekerja JICT menentang Lino dan gaji pekerja JICT.

Nova Hakim, Pengurus SP JICT dalam siaran persnya yang diterima megapolitanpos.com, dirinya mengecam pernyataan tersebut dan mengklarifikasi beberapa hal yang dituduhkan Rhenald Kasali, "Pertama, Pekerja JICT menentang perpanjangan konsesi bukan karena anti asing atau alasan remunerasi melainkan prosesnya tidak sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance). "

"Ada pelanggaran GCG yang dimaksud termasuk pelanggaran UU pelayaran dan 3 surat Menteri serta 1 surat Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok yang berulang kali mengingatkan Lino untuk mengajukan izin konsesi sebelum melakukan perpanjangan JICT."

"Belakangan Lino mulai ajukan izin tersebut ke Kemenhub. Artinya kritik konstruktif kami terhadap kebijakan Pelindo II benar adanya." ujarnya.

Nova menambahkan "Selain itu Lino juga tidak menempatkan kepentingan nasional saat memperpanjang Hutchison (HPH) di JICT. Lino seharusnya sangat mampu ambil saham JICT 100% bukan hanya 51% karena sesungguhnya JICT layak dikelola mandiri. Baik SDM dan teknologi sudah sangat memadai."

"Apalagi Volume barang juga tidak ditentukan oleh Hutchison melainkankan aktivitas perdagangan internasional. Pelindo II tidak perlu khwatir soal biaya pemutusan HPH sebesar USD 58 juta mengingat pendapatan tahunan JICT mencapai USD 280 juta. Dengan pendapatan sebesar ini, ada potensi pendapatan lebih dari Rp 30 triliun jauh lebih besar daripada perpanjangan dengan HPH.

Namun Lino tetap perpanjang JICT dengan harga penjualan lebih murah dibanding tahun 1999. Padahal volume dan investasi meningkat dua kali lipat."

Sebenarnya jika diteliti dengan bijak akan memperlihatkan bahwa proses perpanjangan JICT tersebut dilakukan terburu-buru dan tidak melalui tender. Hal ini ditegaskan Pelindo II lewat iklan Kompas, Bisnis Indonesia dan Jakarta Post tanggal 8-9 Agustus 2014. Iklan ini dipublikasikan setelah penandatangan perpanjangan kerjasama JICT-Koja tanggal 5 Agustus 2014.

Namun tanggal 29 Agustus 2014 Menteri BUMN Dahlan Islan lewat dokumen nomor S-494/MBU/08/2014 meminta Pelindo II untuk melakukan proses seleksi pemilihan mitra kerjasama. Pelindo II akhirnya mengundang APMT, China Merchant, DP World dan PSA. Hal ini menunjukkan bahwa tender yang dilakukan Pelindo II hanya syarat untuk memenuhi permintaan Dahlan karena sebelumnya Pelindo II sudah tandatangan dengan HPH.

Nova juga mengatakan "menanggapi soal gaji, staff cost JICT 22% dan biaya teus per pegawai JICT paling efisien diantara pelabuhan Koja bahkan IPC sekalipun. Sangat ironis jika Lino mengkritik gaji pekerja. Ini berarti ia ingin membagi keuntungan yang lebih besar dengan asing ketimbang karyawan yang bekerja membangun JICT."

"Lino berulang kali menggunakan argumen ini untuk mematahkan kritik pekerja JICT soal perpanjangan konsesi. Selain itu dia kerap mengatakan penolak Hutchison musuh negara, pekerja JICT bandit sabotase dan komunis."

"Dan saat ini Lino juga telah melakukan PHK, mutasi dan ratusan surat peringatan kepada pekerja JICT. Kebijakan kontraproduktif ini menyebabkan demotivasi bekerja dan menyebabkan produktivitas JICT menurun. Padahal di bulan Juni 2015, JICT sempat meraih predikat terminal petikemas terbaik Asia." (AN)


Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top