Akibat Bau Menyengat, KLHK Dan PKLP Telusuri Sungai Cileungsi - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Akibat Bau Menyengat, KLHK Dan PKLP Telusuri Sungai Cileungsi

Peristiwa
akibat bau menyengat klhk dan pklp telusuri sungai cileungsi
Peninjauan ke sungai Cileungsi

MEGAPOLITANPOS.COM-Kabupaten Bogor - Menindak lanjuti keluhan warga akibat bau menyengat hingga menyebabkan mual dan pusing, KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) bersama aktivis PKLP (Pemerhati Kebijakan dan Layanan Publik) melakukan peninjauan di sungai Cileungsi pada Selasa (25/9/2018).

Ditjen Gakkum KLHK melakukan pengecekan di berbagai lokasi sungai Cileungsi Kabupaten Bogor, yakni di Kp. Bojong, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri.

Hasil pengecekan di sungai Cileungsi, petugas belum berani menyimpulkan penyebab kondisi air hitam pekat. Tetapi berdasarkan pemantauan cenderung disebabkan limbah pabrik Textile. Namun tidak menutup kemungkinan ada indikasi limbah pabrik lain.

Menurut Agung staf Ditjen Gakkum KLHK, hasil pengecekan di sungai Cileungsi akan disampaikan ke pimpinannya, dia hanya melakukan pengecekan dan mencaritau dari mana sumbernya sehingga sungai Cileungsi tercemar.

"Warna hitam pekat dan aroma tak sedap itu dari mana sumbernya kita ingin pastikan, sebab pencemaran sungai Cileungsi ini sudah mendapat perhatian dari DPR RI, " kata Agung Selasa (25/9/2018) di pinggiran kali Cileungsi.

Team Ditjen Gakkum KLHK bersama aktivis PKLP menemukan adanya sebuah pipa yang mengeluarkan cairan dan disalurkan di tengah sungai.
Pipa pembuangan limbah berdiameter 70 cm itu sebelumnya sengaja ditanam di dasar sungai sehingga tidak terlihat, namun karena sudah viral saat ini dibongkar jadi terlihat ujungnya mengeluarkan cairan coklat dan bau.

Cairan tersebut terlihat coklat mengalir langsung di sungai Cileungsi. Bau tak sedap tercium dari cairan tersebut.
Pipa terlihat di Kampung Bojong, Desa Tlajung Udik, Kec. Gunung Putri namun belum diketahui siapa pemilik pipa itu dan limbah yang mengalir bersumber dari mana.


Sementara itu Anggi bersama Dorand selaku aktivis Pemerhati Kebijakan dan Layanan Publik (PKLP), yang tinggal di Cileungsi mengungkapkan bahwa pencemaran sungai Cileungsi sudah berlangsung beberapa bulan terakhir. Kondisinya semakin parah saat debit air surut akibat kemarau tiga bulan terakhir.

"Warnanya hitam pekat dan mengeluarkan aroma tak sedap, sehingga mengakibatkan mual dan pusing," tutur Dorand selasa (25/9/2018) di pinggiran kali Cileungsi sekira pukul 17-00 Wib.

Pihaknya mengkhawatirkan pencemaran sungai Cileungsi akan berdampak terhadap kesehatan serta kerusakan lingkungan. Dia meminta Ditjen Gakkum KLHK untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat, menurutnya pencemaran sungai diduga akibat pembuangan limbah industri dari pabrik yang ada disepanjang sungai tersebut.

"Harus segera diusut pencemaran sungai Cileungsi sudah sangat luar biasa, saat ini team PKLP bersama team dari Ditjen Gakkum KLHK sudah menemukan sebuah pipa yang diduga digunakan untuk mengalirkan limbah ke sungai Cileungsi." Ujar Dorand.

Salah seorang warga yang sedang mencari ikan di sungai Cileungsi dan namanya tidak mau disebut mengungkapkan, air disini masih jernih dan ikanya juga masih ada namun mulai dari perbatasan pipa itu sudah gak ada lagi ikan sebab airnya kadang hitam dan terkadang coklat dan bau.
"Pipa itu sudah ada beberapa tahun belakangan, sekali seminggu pasti mengeluarkan cairan dengan warna hitam pekat, bau lagi dan ikan pada mati," ungkapnya kepada megapolitanpos.com.**manalu**.

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top