Sentul City Didemo Warga - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Sentul City Didemo Warga

Bogor
sentul city didemo warga
Sentul City didemo warga

MEGAPOLITANPOS.COM – Kabupaten Bogor. Ratusan warga Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemasaran Sentul City, pada Senin (24/09/18). Mereka menutup akses pintu tol sehingga banyak kendaraan yang berbalik arah untuk menghindari unjuk rasa tersebut.

Petugas yang berjaga dari Polres Bogor dan Polsek Babakan Madang, berusaha menghalau warga agar tidak mengganggu jalan raya, namun mereka tetap duduk di tengah jalan.

Dalam orasinya, warga meminta pihak Sentul City dan aparat terkait segera membebaskan kepala Desa Bojong Koneng, yang saat ini di tahan atas laporan dugaan pemalsuan dokumen dan penyerobotan lahan milik Sentul City.

“Kami datang kesini untuk meminta kepada pihak Sentul City untuk membebaskan Kepala Desa kami yang ditahan atas laporan pihak Sentul City. Kami juga meminta kepada pemerintah Kabupaten Bogor agar meninjau kembali SHGB Sentul City,” tutur Lukman, selaku koordinator aksi kepada wartawan.

Warga mengancam jika aspirasinya tidak dipenuhi, maka akan melakukan unjuk rasa yang lebih besar terhadap Pemkab Bogor dan di Istana Presiden.

"Kalau aspirasi kami tidak ditanggapi, kami akan melakukan unjuk rasa yang lebih besar dan mengerahkan warga yang lebih banyak lagi ke Pemkab Bogor dan Istana,” ujar Lukman.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wib itu, mengakibatkan kemacetan di sepanjang jalan MH Tamrin, Sentul City karena warga sempat memblokade jalan.

Warga yang tergabung dalam aksi unjuk rasa itu membubarkan diri setelah melakukan orasi dan menyampaikan tuntutanya kurang lebih selama 3 jam. Selama unjuk rasa berlangsung dijaga ketat dari pihak TNI, Polri, Satpol PP dan Satuan pengamanan.

Alfian Muzani selaku Humas Sentul City membantah tuduhan para pengunjuk rasa, pihaknya mengaku tidak pernah melaporkan Kades Bojong Koneng atas dugaan pemalsuan dokumen tanah. Menurutnya, pihaknya saat itu hanya melaporkan tersangka Nurdin yang diduga telah menyerobot tanah milik PT Fajar Permai alias PT Sentul City kurang lebih 2000 meter persegi, sedangkan penahanan Kades saat ini adalah karena perkembangan penyidikan dari pihak kepolisian.

“Perlu digarisbawahi bahwa Sentul City hanya melaporkan dugaan penggelapan oleh Nurdin. Sentul City tidak pernah melaporkan dan tidak ada kaitan langsung atas proses hukum Kades Agus,” kata Alfian Muzani.

Dia juga menegaskan, untuk membebaskan Kades Bojong Koneng bukan menjadi kewenangan pihak Sentul City. “ Untuk membebaskan Kepala Desa, itu bukan kewenangan kami. Mari kita sama-sama menghargai proses hukum yang sedang berjalan,” tutup Alfian.**manalu**.

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top