Ribuan Guru Honorer Di Bogor Turun Ke Jalan - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Ribuan Guru Honorer Di Bogor Turun Ke Jalan

Pendidikan
ribuan guru honorer di bogor turun ke jalan
Ribuan giru honorer turun ke jalan

MEGAPOLITANPOS.COM – Kabupaten Bogor. Ribuan guru honorer turun kejalan untuk menyampaikan aspirasinya didepan Kantor Bupati Bogor pada Rabu (19/9/2018), mereka menolak dibukanya tes CPNS untuk umum.

Para guru honorer yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Honorer (PGH) tersebut merasa terzolimi sehingga mereka menuntut pemerintah memprioritaskan pengangkatan CPNS dari guru honorer yang telah mengabdi puluhan tahun. Mereka juga menutut pemerintah mencabut Peraturan Menteri yang membatasi usia calon PNS.

Massa awalnya berkumpul di Gor Pakansari lalu bergerak dengan berjalankaki menuju Kantor Bupati Bogor sambil membawa spanduk, bendera dan poster untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Bupati Bogor Nurhayanti.

Ketua PGH Kabupaten Bogor Halim Sahabudin mengatakan, dengan dibukanya penerimaan CPNS oleh pemerintah sangat tidak adil. Sebab, guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun tidak dapat mengikuti tes CPNS lantaran terbentur usia.

"Para guru honorer mempunyai kapasitas mumpuni dan rela dibayar dengan upah di bawah UMK," ujar Halim.

Dia juga mendesak Bupati Bogor untuk menerbitkan Surat Keputusan (SK) sebagai payung hukum agar profesi guru honorer tidak disebut ilegal.

"Dari dulu kami melalukan aksi, namun sampai saat ini SK itu belum diterbitkan. Selama ini pegangan kami adalah SK dari kepala sekolah," kata Halim dengan geram.

Sementara itu, Igo Riyanto mengaku sudah menjadi guru honorer selama 26 tahun. Meski sudah puluhan tahun mengajar di SMP Negeri 1 Cigombong, namun statusnya masih honorer.

Setiap bulan, pria berusia 46 tahun itu hanya menerima upah sebesar Rp 700 ribu per bulan. Padahal, dia harus menghidupi istri dan empat orang anaknya yang masih duduk dibangku sekolah.

"Upah di setiap sekolah berbeda-beda. Kalau saya 1 jam mengajar dibayar Rp 35 ribu. Kalau mengajar 20 jam berarti dapat upah Rp 700 ribu," tandasnya.

Selama ini untuk menghidupi keluarga dia harus mencari uang tambahan, terkadang dia ikut bersama rekannya menjadi keybordis di acara hajatan nikahan maupun khitanan.

"Iya kalau sabtu minggu saya bermain musik ikut organ tunggal. Itu pun kalau ada yang ngajak," ujar dia.

Saat ini ia dan ribuan rekan seprofesinya hanya berharap adanya perhatian dari pemerintah agar segera diangkat menjadi PNS. **manalu**.

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top