RSUD Dr. H.Marto Dirdjo Diduga Getok Harga Untuk Pasien - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

RSUD Dr. H.Marto Dirdjo Diduga Getok Harga Untuk Pasien

Kesehatan
rsud dr hmarto dirdjo diduga getok harga untuk pasien
poto : megapolitanpos.com

MEGAPOLITANPOS.COM, Pamekasan - Miris memang jika pelayanan kesehatan bagi tidak lagi berpihak kepada masyarakat yang kurang mampu dalam penanganan kesehatan.

Hal ini terjadi pada pasien patah tulang Zainullah (18) Warga Jarin yang melakukan operasi patah tulang di RSUD Dr H Marto Dirdjo yang menelan biaya hingga Rp. 28.748.303 pada Selasa 7 Agustus 2018 lalu.

Salah satu keluarga pasien Zainullah kepada Megapolitanpos.com, Sabtu (11/08/2018) menyampaikan, keluhan akan biaya pelayanan pasien perihal administrasi pasiean yang tengah lakukan operasi patah tulang di bagian kaki yang di lakukan di RSUD Dr.H.H.Slamet Martodirdjo. Pasalnya pihak RS tidak melakukan musyawarah kepada keluarga terkait biaya Operasi patah tulang yang di lakukan kepada Zaenullah

"Pihak RS langsung melakukan operasi.
Hingga selesai operasi. Kami dari pihak keluarga pasien merasa keberatan biaya yang di luar dugaan batas kemampuannya. Semestinya pihak RSUD melakukan kordinasi kepada keluarga pasien sebelum melakukan operasi," ujarnya.

Sementara H.Muzakki Kepala Desa Jarin Kecamatan Pademawu membenarkan, pihak keluarga pasien merupakan keluarga yang kurang mampu untuk melakukan penambahan pembayaran sebesar Rp 8.748.303. Pasien sendiri mendapat dana dari Jasa Raharja sebesar Rp 20.000.000. Jadi masih ada kekurangan sekitar Rp. 8 juta rupiah.

"Keluarga pasien memang tergolong keluarga tidak mampu dan kalaupun biaya segitu besar jelasnya mereka tidak memiliki dana untuk biaya itu. Penghasilan keluarganya sehari - hari saja hanya cukup untuk makan sehari - hari. Harapan saya kepada pihak rumah sakit untuk lebih memperhatikan dan bisa menyesuaikan dengan keadaannya," ucapnya.

Sementara dari pihak RSUD Dr. H. Slamet Marto Dirdjo, dokter bagian Medik Mazhar dan dimpingi Dr Ali Taufiq bagian Keuangan saat diruangannya, menolak menjelaskan terkait rekaman medis dan biaya adminitrasi yang di tentukan. "Kami bisa memberikan keterangan apa bila dari pihak keluarga pasien yang bisa hadir untuk dipertanggung jawabkan," ujarnya.

Menurut Mazhar. Hal tersebut telah menjadi suatu prosedural dan ketentuan dari pihak Rumah Sakit guna memastikan persoalan adminitrasi operasi tersebut.

"Jika ingin mengetahui penjelasan dan memastikan persoalan tersebut dipersilahkan pasien hadir ke Rumah Sakit atau pihak keluarga utamanya yang hadir. Kami dari pihak Rumah Sakit baru bisa menjelaskan semua persoalan - persoalannya, " tukasnya.

Sementara, LSM dari Gempa dan Komad menilai pembiayaan operasi patah tulang yang di lakukan pasien tersebut ada dugaan adanya pembengkakan adminitrasi yang di lakukan pihak RSUD kepada pasien.( Hen )

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top