Ini Pendapat Akademisi Tentang Koalisi Jokowi-MA - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Ini Pendapat Akademisi Tentang Koalisi Jokowi-MA

Jakarta Pusat
ini pendapat akademisi tentang koalisi jokowi-ma
Efriza Akademisi

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Efriza, akademisi disalah satu perguruan tinggi swasta menilai koalisi Jokowi yangenjatuhkan pilihannya pada MA, dengan menyebutkan bahwa "Sulit memang kalau Mahfud MD".

Hal ini didasari oleh beberapa faktor, dimana menurutnya; pertama, untuk diterima di NU; kedua, bisa terjadi koalisi ketiga atau PKB gak solid mendukung, seperti kasus Pilkada 2017; ketiga, Mahfud MD masih muda, 2024 bisa dia diusung PKB; keempat, Mahfud MD, agak keras kepala dan akademisi tulen (sulit diatur), mirip Anis Baswedan, cuma Mahfud MD bisa dianggap lebih cerdas

Lebih lanjut Efriza mengemukakan bahwa mengapa pilihan ke Ma'aruf Amin? :

Pertama, rilis survei kemarin LIPI berdasarkan pandangan para ahli, bahwa politisasi SARA dan Identitas dianggap menghambat Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019.

Kedua, pilihan ke Maruf Amin, agak dipaksakan oleh Jokowi, setelah melihat Peta Politik Ijtima Ulama yang dimainkan oleh Koalisi di seberang.

Ketiga, Jokowi tampak sekali di setir, oleh PDI Perjuangan. Yang tak meyakini, Elektabilitas Jokowi tinggi, akibat trauma kekalahan Ahok di Pilkada 2017 lalu.

Keempat, ini menunjukkan partai-partai di Indonesia, tak ada yang dapat meyakini diri sendiri bahwa mesin partai berjalan baik. Sebab, nyatanya memang ketidakterikatan masyarakat terhadap partai lebih tinggi dibanding sebagai pemilih yang benar-benar memiliki keterikatan dengan partai.

Kelima, Jokowi tampaknya merasakan perlunya pembagian tugas ke depannya, bahwa urusan agama diluruskan oleh Maruf Amin. Dan, kebutuhan nyata mengaet pemilih Nahdliyin, sebab Muhammadiyah telah menyeberang ke koalisi Prabowo, Islam garis tengah di Koalisi Prabowo.

Oleh karena itu menurut Efriza, pertimbangan antara politik SARA, Identitas, Politik Dinasti, Politik 2024, menyebabkan Maruf Amin dipilih dibandingkan Mahfud MD.

Keenam, jika melihat bahwa politik SARA dan Identitas, kemarin adalah keluarnya Fatwa MUI, yang bisa menimbulkan efek kejut kekalahan Ahok, maka Maruf Amin sebagai Ketua MUI bisa mencegahnya

Lebih lanjut dikataknnya, memang disayangkan, Jokowi tak bisa mengimbangi Elektabilitas Tingginya, kebutuhan meminimalisasi Politik Identitas dan SARA yang dimainkan Elite, dengan Kebutuhan Kerjanya ke depan. Bahwa ia butuh melanjutkan program kerjanya, kebutuhan wakil yang masih gesit, wakil yang berani-tegas dan agak keras kepala, itu kurang ada di diri Maruf Amin tanpa menyepelekan Biodatanya tetapi melihat ukuran usianya, apalagi jika dibandingkan dengan Mahfud MD ya.

Itulah politik Indonesia, seringkali, terlalu percaya diri, kalah seperti Ahok, terlalu khawatir ya seperti Jokowi sekarang. Dan, sangat disayangkan lagi, Indonesia di Jokowi-Maruf Amin, melupakan Indonesia Timur, Tak ada lagi Jawa-Luar Jawa, tutup Efriza.

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top