Antara JKN Dan KIS Ternyata Hanya Ganti Nama Saja - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Antara JKN Dan KIS Ternyata Hanya Ganti Nama Saja

Kesehatan
antara jkn dan kis ternyata hanya ganti nama saja
KIS : Kartu Indonesia Sehat

Megapolitanpos.com. Jakarta. Pada tanggal 3 November 2014 lalu Jokowi meluncurkan salah satu kartu saktinya yaitu Kartu Indonesia Sehat (KIS). Hal ini terkait dengan janji Jokowi dalam kampanye saat mencalonkan diri menjadi orang nomor satu negara ini. Seperti dilansir depkes.go.id program KIS ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kesehatan seperti yang dilaksanakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

Perbedaan KIS dengan JKN menurut Menteri Kesehatan Nila F Moelek seperti yang dilansir tempo.co saat peluncuran KIS di Jakarta, Senin (3/11/2014) menjelaskan, BPJS dibentuk oleh Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2004 dan Tahun 2011. Serta sesuai UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang JKN. Sedangkan KIS merupakan program Jokowi.

“Perbedaan mendasar antara KIS dengan JKN ada pada sasarannya. KIS menampung kelompok masyarakat yang belum terdata di JKN karena tak memiliki kartu keluarga, seperti anak jalanan, penyandang cacat, dan penderita gangguan psikotik. Kelompok yang belum terdata di JKN dan masuk dalam program KIS sebanyak 86,4 juta jiwa,” ujar Nila.

“KIS memiliki tambahan program yaitu preventif (pencegahan), seperti imunisasi. Sementara JKN lebih kepada upaya kuratif atau pengobatan. “Kartunya berubah, dulu namanya JKN kemudian jadi Kartu Indonesia Sehat,” ujar Nila.

Sementara Ketua Nasional Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) Agung Nugroho saat wawancara di kediamannya, Sabtu (10/10.2015) mengatakan, KIS dengan JKN biarpun ada perbedaan namun tidak signifikan dan terlihat sebatas pergantian nama saja dari JKN menjadi KIS.

“Jokowi bohong soal KIS, soalnya KIS hanya ganti nama saja dari JKN jadi KIS dan tidak ada istimewanya sama sekali, karena tetap saja ada KIS Mandiri yang harus membayar iuran sesuai kelasnya (sama dengan JKN Mandiri) dan juga KIS PBI yang iurannya dibayar pemerintah (sama dengan JKN PBI),” ujar Agung.

“KIS yang digembor-gemborkan mampu menjamin rakyat mengakses kesehatan merupakan kamuflase dari JKN yang juga diselenggarakan BPJS, yang sampai sekarang ini telah mengalami banyak masalah, bahkan dalam satu tahun pertama peluncuran BPJS telah terjadi seribu masalah, bagaiman mungkin KIS mengadopsi sistem yang bermasalah? rakyat telah ditipu terang-terangan,” tegas Agung.

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top