FP2D Batubara Menyoroti Dana Desa Untuk Pembangunan Infrastruktur Yang Masih Jauh Dari Harapan - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

FP2D Batubara Menyoroti Dana Desa Untuk Pembangunan Infrastruktur Yang Masih Jauh Dari Harapan

Hukum
fp2d batubara menyoroti dana desa untuk pembangunan infrastruktur yang masih jauh dari harapan
Kantor desa kapal merah

MEGAPOLITANPOS.COM, Batubara - Memasuki usia empat tahun dalam menerimah Dana Desa sesuai perintah Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014, Pembangunan Infrastruktur Desa Kapal Merah Kecamatan Tajung Tiram masih jauh dari harapan.

Pasalnya Dana Desa yang yang berjumlah sekitar Rp 5 Miliar selama 4 Tahun yang sudah masuk ke desa Kapal Merah Kecamatan Tanjung Tiram yang seharusnya untuk kepentingan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat desa diduga dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan desa tersebut, untuk memperkaya diri.

Hal ini disampaikan ketua tim investigasi Forum Pemantau Pembangunan Dana Desa (FP2D) Firdaus Fitrah kepada reporter di Batubara, Senin Sore, (30/7/2018) menurutnya pihaknya sudah melakukan beberapa kajian dan penelitian terhadap Desa Kapal Merah, di mana desa ini cukup menarik.

Selain itu, Desa ini adalah desa paling ujung wilayah Kabupaten Batubara, ditambah lagi akses jalan menuju desa ini, terbilang cukup sulit, tapi desa ini adalah desa yang pertama di Kabupaten Batubara yang berhasil melengserkan kepala Desa yang definitif dengan gerakan rakyatnya, yang diduga pejabat Kades pada saat itu sangat korup dan melakukan berbagai kegiatan (KKN), dengan mengangkat istrinya sendiri sebagai bendahara, sehingga proses untuk memperkaya diri cukup mudah dilakukan.” ujar pemuda yang akrab disapa Fitrah yang merupakan aktifis Himpunan Mahasiswa Islam ini.

Masih menurut Fitrah, tujuan pemerintah pusat dalam menggelontorkan dana Desa bukanlah untuk memperkaya kelompok di desa atau orang perorang, tujuannya ialah untuk mensejahterakan masyarakat dengan menciptakan lapangan pekerjaan di tingkat desa.

Namun harapan masyarakat dengan bergantinya kepala Desa pada saat itu, untuk mewujudkan Desa yang mandiri jauh dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, sepertinya jauh dari harapan, karena selama dua tahun sudah berbagai Pejabat sementara sudah menjabat di desa itu, praktek korupsi di desa itu semakin menjadi-jadi malah makin menggila.

Sebut saja beberapa pembangunan infrastruktur yang dikerjakan didesa tersebut, yang terkesan dikerjakan asal jadi, dan diduga pengerjaanya dilakukan mark up, dan tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang telah disepakati antara pihak pemerintah Desa dan lembaga yang ada di desa itu sendiri.

Masih dengan pemuda yang aktif di berbagai lembaga penelitian ini, juga menjelaskan pihaknya akan terus melakukan kajian terus menerus, sampai pada saatnya pihaknya akan melakukan beberapa tindakan, “ya bisa tindakan hukum, dengan melaporkan berbagai temuan yang kami temukan, sampai pada melaporkan semua pihak terkait dalam pengelolahan dana desa," tegasnya.

"Kedepan tidak lupa kami dari FP2D akan melakukan advokasi kepada masyarakat, sembari juga mengambil sejumlah sample desa yang ada di Batubara, dan akan melakukan penyuluhan kepada masyarakat setempat dalam memberikan ilmu dan pencerahan, terkait penggunaan dana desa, agar masyarakat di desa bisa aktif dalam pengawasan dan tidak lagi dibodoh-bodohi oleh pejabat yang pura-pura peduli, tapi punya niat ingin mengerogoti dana desa demin kepentingannya sendiri," pungkasnya. (fri)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top