Lagi Pasien Peserta BPJS Ditolak RS ! - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Lagi Pasien Peserta BPJS Ditolak RS !

Kesehatan
lagi pasien peserta bpjs ditolak rs
Badan Pelaksana Jaminan Sosial Kesehatan

Megapolitanpos.com, Bekasi. Rana Faisal (21) warga Perumahan Bumi Permai, Bekasi bingung bukan kepalang dengan peratiran yang diberlakukan oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Peserta BPJS dengan nomor 0001147998093 tadi berharap dengan menjadi peserta BPJS dirinya dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.

Namun ternyata kemudahan yang dia harapkan ternyata demikian sulit mengingat hambatan yang dia alami yaitu tentang peraturan rayonisasi yang berlaku di BPJS sama sekali tidak dia mengerti selama ini.

Rana Faisal yang menderita penyakit tuberculosis of lung (TB Paru Akut) berawal pada (8/10) pukul 13:00 ketika dirinya oleh keluarganya dibawa ke klinik Cempaka Medical Center (CMC) dengan diagnosa penyakit dalam, untuk lebih memastikan penyakitnya oleh klinik CMC Rana Fasial di rujuk ke RS Cibitung Medika.

Ironisnya oleh RS Cibitung Medika tanpa alasan yang jelas, Rana Fasial di rujuk lagi ke RSUD Kabupaten Bekasi.

Di RSUD Kabupaten Bekasi inilah baru Rana Faisal dinyatakan menderita TB Paru Akut. Namun dia tidak dapat dilakukan penanganan lebih lanjut oleh RSUD Kabupaten Bekasi dengan alasan surat rujukan dari klinik CMC tidak sesuai dengan diagnosa yang dilakukan RSUD Kabupaten Bekasi, sehingga oleh pihak RSUD pada pukul 03:00 wib dipulangkan dan boleh kembali setelah RSUD menerima rujukan dari klinik CMC dengan diagnosa yang sama yaitu TB Paru Akut.

Padahal secara prosedural rujuka klinik CMC sebagai Fasilitas Kesehatan Tahap Pertama (FKTP) sudah benar ketika karena keterbatasan fasilitas dan pelayanannya FKTP tidak dapat melakukan tindakan lanjutan pada seorang pasien maka pasien harus dirujuk ke Fasilitas Kesehatan Tahap Lanjut (FKTL). Namun anehnya RSUD Kabupaten Bekasi menolak melayani penanganan terhadap Rana Faisal dengan alasan peraturan BPJS yang mengharuskan rujukan dari klinik harus sama diagnosanya dengan RS tempat pasien dirujuk.

Sabam Posma, Ketua Divisi Advokasi Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) Kabupaten Bekasi yang ikut mendampingi Rana Faisal dalam keterangannya melalui telpon selulernya kepada megapolitanpos.com mengatakan "Jika benar ini adalah peraturan BPJS, maka terlalu banyak BPJS mengeluarkan peraturan yang niatnya untuk membuat tertib namun pada kenyataannya malah membuat sulit peserta mendapat pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, apalagi dalam hal rujukan kami sangat aneh dengan alasan RSUD Kabupaten Bekasi memulangkan pasien dengan alasan surat rujukan dari klinik tidak sama diagnosanya dengan diagnosa RSUD"

"Logikanya bagaimana bisa sama hasil diagnosanya jika fasilitas penunjuang yang dimiliki klinik dan RSUD itu berbeda. Oleh karena kurang lengkap fasilitas yang dimiliki klinik makanya sudah benar klinik merujuk ke RS yang fasilitasnya lebih lengkap sehingga dapat diketahui dengan pasti apa penyakot yang diderita Rana Faisal" tegas Sabam Posma.

Sampai sejauh ini belum ada konfirmasi dan klarifikasi baik dari dinas kesehatan kabupaten Bekasi maupun BPJS Bekasi. (AT)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top