Harkopnas 71, Presiden Jokowi Ingatkan Pelaku Koperasi Agar Melek Digital - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Harkopnas 71, Presiden Jokowi Ingatkan Pelaku Koperasi Agar Melek Digital

Peluang Usaha
harkopnas 71 presiden jokowi ingatkan pelaku koperasi agar melek digital
Presiden Jokowidodo saat membuka Puncak Harkopnas di ICE BSD Tangerang, Kamis(12/7/2018))

MEGAPOLITANPOS.COM, Tangerang : “ Saya ingin mengingatkan menyadarkan pada kita semuanya bahwa kita saat ini hidup yang pertama di era teknologi yang kedua di era globalisasi dan ke-3 di era milenial kita harus sadar semuanya bahwa perubahan saat ini terjadi begitu cepatnya,”demikian dikemukakan Presiden RI Jokowidodo dalam acara Puncak Hari Koperasi Nasional(Harkopnas ke-71) di ICE BSD Tangerang Banten, Kamis(12-7-2018).

Selanjutnya kata Presiden, revolusi industri 4.0 menurut McKensie Global Institute perubahan yang terjadi 3000 kali dibandingkan pada revolusi industri yang pertama, perubahan sangat cepat Oleh karena itu kita harus sadar semuanya, kita harus ngerti semuanya, apa itu artifisial intelijen, apa itu internet of things, apa itu Big data Apa itu Advance roboting, inilah perubahan-perubahan yang harus kita sadari bersama agar kita tidak ditinggal oleh zaman, kata Presiden.

Presiden mengakui sangat senang bahwa perkembangan koperasi sudah ada peningkatan yang cukup baik kontribusi koperasi terhadap PDB 4,48 dari sebelumnya 3,99 “ ada peningkatan yang cukup baik tetapi belum meloncat, yang kita inginkan sebuah lompatan,”ujar Jokowi.

Ditambahkan Presiden, kita hidup di era teknologi, bagaimana koperasi masuk ke teknologi digital

“ Saya kira di awal nggak harus dengan yang canggih-canggih, mulai dulu dengan semua anggota koperasi harus pintar pakai WhatsApp (WA) semua anggota koperasi masih memanfaatkan fitur-fitur yang ada di dalam aplikasi WA, kemudian pastikan koperasi pasang laman, pasang laman di Instagram di Twitter di Facebook,” imbuh Presiden.

Sementara itu Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan, perkembangan atau realisasi penerimaan pajak, sampai dengan Mei 2018 Rp 484,5 triliun, itu berarti tumbuh 14,13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu kalau kita hilangkan pengaruh tax amnesty yang ada tahun lalu pertumbuhannya adalah 17 koma 45% ini menunjukkan bahwa penerimaan pajak kita mulai margin normal

“UMKM itu adalah tulang punggung ekonomi nasional karena 97% orang ada di situ, nah kalau Koperasi itu landasan filosofisnya landasan utamanya adalah gotong royong maka sebenarnya gotong royong bernegara adalah ikut membayar pajak nggak perlu banyak, tentu bagi mereka yang ada kewajiban membayar pajak, nggak semua orang di Republik ini diwajibkan membayar pajak ,ada batas minimumnya,” Kata Darmin.

Menurut Darmin, kontribusi penerimaan PPH UMKM pada tahun 2017 3,2% belum tinggi tapi kalau kita lihat pertumbuhannya menarik sekali, tolong slide berikutnya pada tahun 2013 itu pembayaran PPH UMKM yang berbentuk UMKM berbentuk badan usaha itu hanyaRp 0,28 triliun pada tahun Rp 2017 3,2 itu berarti 13 kali lipat, Bukankah itu menunjukkan pertumbuhan yang cepat sekali.

“ Daerah-daerah yang pembayaran PPH UMKM nya paling tinggi tapi per daerah ini adalah terakhir nomor satu tentu saja Jakarta karena UMKM paling banyak dan paling tinggi transaksinya aktivitasnya nomor 2 Jawa Barat Nomor 3 Jawa Timur Nomor 4 Jawa Tengah nomor 5 Sumatera Utara Nomor 6 Banten nomor 7 Bali ,” Imbuhnya.

(Ach.Sholeh)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top