Kejuaraan Tenis Meja Bali Open 2018 Resmi dibuka - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Kejuaraan Tenis Meja Bali Open 2018 Resmi dibuka

Bisnis
kejuaraan tenis meja bali open 2018 resmi dibuka
Ketum PTMSI Bali Bintang Puspayoga dalam pembukaan kejuaraan tenis meja Bali Open 2018

MEGAPOLITANPOS.COM, Denpasar Bali - Bagi masyarakat Bali, tenis meja bukan hanya sebagai ajang olahraga untuk kesehatan jasmani dan meraih prestasi. Lebih dari itu, tenis meja sudah menjadi sarana sebagai pemersatu antar Banjar (dusun) yang ada di wilayah Provinsi Bali. "Di Bali, tenis meja merupakan olahraga yang sangat spesifik yang banyak digeluti masyarakat hampir di seluruh Banjar yang ada di Bali.

Oleh karena itu, tenis meja di Bali sudah menjadi ajang pemersatu bagi seluruh Banjar yang ada. Selain tentunya bisa menjadi prestasi, juga menjadi ajang tali silaturahmi yang kian mempererat hubungan antar masyarakat Bali", kata Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Bali Bintang Puspayoga, usai acara pembukaan Kejuaraan Nasional Tenis Meja Bali Open 2018 di Kota Denpasar, Bali (30/6).

Di acara yang dibuka secara resmi oleh Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose dan dihadiri pula Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Bintang menambahkan, kejuaraan yang merupakan agenda rutin tahunan PTMSI Bali ini juga merupakan rangkaian kegiatan dari Hari Bhayangkara dan Hari Koperasi Nasional.

"Maka, gelaran tahun ini sangat kental semangat seluruh stakeholder dalam menyambut Hari Bhayangkara dan Harkopnas", tandas Bintang.

Untuk itu, lanjut Bintang, Bali Open 2018 menggelar sembilan kategori peserta lomba dari seluruh kelompok usia. Seperti kategori pemula (anak-anak), antar Kadet, antar instansi, antar koperasi dan UKM, hingga antar media.

Dengan jumlah peserta sebanyak 349 orang, penyelenggara Bali Open 2018 menyiapkan total hadiah sebesar Rp165 juta. "Ajang Bali Open 2018 menjadi ajang silaturahmi antar media dan wartawan seluruh Indonesia yang biasa meliput dan menulis koperasi dan UKM, sehingga bisa tercipta hubungan yang harmonis antar keduanya.

Sehingga, ke depan akan terbentuk satu hubungan publikasi yang komprehensif mengenai perkembangan koperasi dan UKM di seluruh Indonesia, khususnya Bali", papar Bintang lagi.

Yang tak kalah menarik, kata Bintang, ajang Bali Open 2018 kali ini juga menampilkan kategori Ganda 100+ yang menampilkan para atlet veteran tenis meja yang sudah memiliki prestasi di zamannya.

"Para pemain veteran yang hadir tidak hanya yang berasal dari Bali saja. Tapi, ada juga yang datang khusus ke kejuaraan ini dari luar Bali", ungkap Bintang.

Sementara itu, khusus menyangkut prestasi bagi atlet tenis meja Bali, Bintang berharap event-event seperti ini lebih banyak lagi digelar di waktu mendatang.

"Dengan semakin banyak kejuaraan tenis meja baik tingkat lokal maupun nasional yang digelar di Bali, saya yakin nantinya kita mampu melahirkan atlet tenis meja level nasional bahkan internasional", tegas Bintang.

Hanya saja, Bintang mengakui, untuk mampu melahirkan atlet tenis meja berkaliber nasional dan internasional di Bali, masih memiliki beberapa kendala.

"Kita di Bali kekurangan Bapak Angkat bagi pembinaan atlet tenis meja sejak usia dini. Pasalnya, untuk melakukan pembinaan atlet muda secara komprehensif membutuhkan biaya yang tidak sedikit, alias butuh biaya besar", imbuh Bintang.

Kendala atau kelemahan lain, aku Bintang, budaya masyarakat Bali yang tidak biasa merantau. Biasanya, ketika akan mengirim atlet asal Bali untuk berguru ke luar negeri, hambatannya adalah dari para orangtua sendiri dan juga sekolahnya. "Masih banyak orangtua yang sulit melepas anaknya untuk berguru ke luar Bali.

Begitu juga dengan sekolah dimana si atlet bersekolah formal. Itu menjadi tantangan bagi kami sebagai pengurus besar untuk mencari solusi yang tepat", tukas Bintang.

Tumbuh Bibit

Sedangkan dalam sambutannya, Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Tenis Meja 2018 ini. Ia berharap, selain mencari dan menumbuhkan bibit-bibit olahragawan, perhelatan ini juga baik untuk orang tua.

"Olahraga ini bagus untuk manula dengan usia di atas 50 tahun. Dapat mencegah penyakit alzheimer (penurunan daya ingat), pengapuran sendi lutut, meningkatkan refleks, dan masih banyak manfaat bagi kesehatan lainnya,” ucap Kapolda Bali.

Petrus berharap penyelenggaraan kejuaraan nasional ini bisa menyaring bibit-bibit baru dalam kejuaraan PON dan Kejurnas lainnya.(Achmad Sholeh)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top