Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi

Kesehatan
keluarga pasien keluhkan pelayanan rsia kenari graha medika cileungsi
Kurdi Humas RSIA KGM

MEGAPOLITANPOS.COM - Kabupaten Bogor. Anak dibawah umur Yogi (4) dilarikan orang tuanya ke Rumah Sakit Ibu Dan Anak Kenari Graha Medika (RSIA KGM) Cileungsi pada Sabtu (2/6/2018) sekitar pukul 16.00 WIB karena mengalami pusing.

Pihak RSIA KGM Cileungsi melakukan penanganan medis dan disimpulkan bahwa sang anak yang baru berusia empat tahun itu harus dirujuk kerumah sakit yang memiliki Dokter Saraf dan alat CT Scan.

Atas saran dari RSIA KGM Cileungsi, Yogi yang tercatat menetap di Cileungsi itu dirujuk ke RS Dokter Adam Talib Cibitung Kabupaten Bekasi dengan tujuan mendapat pelayanan yang semestinya.Sesampai dirumah sakit rujukan, orangtua Yogi yang akrab disapa Simbolon disuruh melengkapi administrasi agar tindakan medis dapat dilakukan.

Setelah administrasi diselesaikan, Simbolon merasa kaget karena pihak RS. Dokter Adam Talib Cibitung malah melarikan anaknya kesebuah rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan, Simbolonpun menurutinya mengingat kondisi sang anak sudah semakin menurun. Setelah dilakukan pemeriksaan Yogi dibawa kembali ke RS. Dokter Adam Talib Cibitung untuk dirawat.

Terkait rujukan tersebut, salah seorang keluarga pasien Dorand, menuding adanya kesalahan prosedur yang dilakukan RSIA KGM Cileungsi pada waktu merujuk Yogi. "Masa RSIA KGM Cileungsi merujuk pasiennya ke rumah sakit yang tidak bisa menangani penyakit, ada yang tidak beres disini, kaya bisnis aja saling lempar untuk mendapatkan komisi, saat ini keluarga sedang berdebat dengan rumah sakit di Cibitung karena kami mau membawa Yogi ke RSUD Kota Bogor," ujarnya kepada megapolitanpos.com pada Minggu (3/6/2018).

Sementara itu pihak RSIA KGM Cileungsi ketika hendak dikonfirmasi, melalui salah seorang Security menyampaikan, "maaf bang kalau terkait pasien, pimpinanlah yang berhak memberikan keterangan. sebaiknya buat janji dulu, dan tadi aku sudah menyampaikan kepimpinan, beliau bilang hari Rabu aja (6/6/2018)," katanya pada Senin (4/6/2018).

Setelah menunggu dalam waktu dua hari, pimpinan RSIA KGM Cileungsi bersedia diwawancarai terkait pasien yang dirujuk ke rumah sakit di Cibitung Kabupaten Bekasi. "Saya belum sepenuhnya mengetahui tentang pasien yang bernama Yogi, namun saat ini saya sampaikan bahwa proses rujukan sudah kita lakukan dengan baik, bahkan saat itu kita siapkan ambulance beserta Dokternya," ujar Kurdi selaku Humas RSIA KGM Cileungsi pada Rabu (6/6/2018).

Ditempat terpisah, Dorand mewakili keluarga pasien mengungkapkan penyesalanya akibat kejadian tersebut, "kami saat ini sedang berduka sebab Yogi sudah meninggalkan kami untuk selama-lamanya. Saat ini jenazah sedang dimandikan di RSUD Kota Bogor," katanya.

Dorand berharap para pihak terkait melakukan pemeriksaan kepada menejemen RSIA KGM Cileungsi agar kejadian serupa tidak terulang, jangan-jangan rumah sakit itu masih setingkat Klinik makanya harus diaudit, "dalam lima hari ini sudah empat rumah sakit yang dijalani Yogi, padahal kalau RSIA KGM Cileungsi merujuk Yogi ke rumah sakit yang di Bogor mungkin tidak seperti ini. Rumah sakit di Bogor banyak yang memadai, ko bisa dirujuk ke Cibitung Kab. Bekasi kan aneh," katanya sambil meneteskan air mata pada Rabu (6/6/2018).

Menurut informasi dalam waktu lima hari ini, Yogi sudah menghabiskan biaya perobatan sebanyak kurang lebih Rp. 50.000.000.**manalu.

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top