Ini Kata Camat Cariu Kabupaten Bogor Soal THR, PNS Menunggu Dengan Harap-Harap Cemas - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Ini Kata Camat Cariu Kabupaten Bogor Soal THR, PNS Menunggu Dengan Harap-Harap Cemas

Peristiwa
ini kata camat cariu kabupaten bogor soal thr pns menunggu dengan harap-harap cemas
Gedung KecamatanCarou

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Bogor-Menghadapi lebaran 2018 yang jatuh tepat pada tanggal 15 juni mendatang (SKPD) atau Satuan Perangkat Kerja Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor, PND menunggu harap-harap cemas oleh soal THR, menurut sumber yang didapat diduga mengalami Kekurangan dana senilai Rp 200 milyar, guna mencukupi (THR) sebanyak 17.000 PNS di lingkungan Pemda Kabupaten Bogor.

Hal itu dilontarkan Camat Cariu Drs Didin Wahidin M.Si diruang kerjanya, Senin (2/6) 2018 kepadamegapolitanpos.comterkait masalah dana THR dari Pemkab Bogor,"ya, kita masih ketar-ketir belum ada persiapan menyambut hari lebaran bahkan Staf Pegawai PNS di lingkungan kantor Kecamatan Cariu belum menerima THR," ujarnya.

Didin menjelaskan untuk tahun ini tidak seperti tahun lalu berdasarkan rapat yang ia hadiri bersama Bupati dalam dua hari ini, 'Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor masih kekurangan dana senilai Rp 200 milyar, untuk mencukupi para PNS di lingkungan Pemda Bogor, yang jelas kita menunggu sajalah," pintanya.

Meskipun demikian Didin optimis hingga batas waktu tanggal 8 Juni nanti Pemda Bogor akan merealisasikan bantuan THR sebab selain karena harus cair seperti juga yang lainnya seperti Tunjangan Jabatan dan Tunjangan Keluarga serta THR,"kami berdoa agar semua PNS di lingkungan kerja kantor Kecamatan Cariu menerima THR," paparnya,.

Berbicara hal lain Didin mengatakan kepada megapolitanpos, melontarkan tentang adanya penolakan warga Cariu, terkait Pembangunan bendungan di 7 desa Kecamatan Cariu.

Didin menyebut terkait pembangunan bendungan, masalah itu masih dalam tahap pengkajian tehknis oleh Dinas terkait DLH, BAPEDA, serta Menteri PUPR, terkait peruntukan lahan pembuatan bendungan di-7 desa dan memang harus mendapatkan sertifikasi,"karena itu warga yang pernah di kasih (Quistioner) artinya masih dalam pengkajian wargapun diminta mengisi formulir tersebut mau atau tidak." tutur Didin seraya mengkahiri perbincangan dengan megapolitanpos.com.Purba.

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top