Waduh, Diduga Maraknya Judi Pakong Di Pakuhaji Membuat Masyarakat Resah - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Waduh, Diduga Maraknya Judi Pakong Di Pakuhaji Membuat Masyarakat Resah

Kab Tangerang
waduh diduga maraknya judi pakong di pakuhaji membuat masyarakat resah
Ilustrasi

MEGAPOLITANPOS.COM, kabupaten Tangerang - Diduga maraknya aktifitas perjudian togel dan fajar pakong di wilayah kecamatan Pakuhaji, sangat meresahkan warga setempat.

Salah satu tokoh pemuda kecamatan Pakuhaji yang juga ketua Ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten kecamatan Pakuhaji (BPPKB BANTEN) Egi Sahfutra menyampaikan keluhan perjudian togel dan fajar pakong merupakan sebuah pelanggaran hukum

"Seperti yang tertuang dalam UU No. 7 Tahun 1974 tentang penertiban perjudian dan dapat dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, intinya kami tidak akan segan-segan melaporkan bandar ke polisi. Apalagi ini wilayah rumah kami," tegas Egi, Kamis (12/4/2018)

Egi juga meminta kepada segenap aparatur Pemerintahan baik Kepolisian maupun militer di wilayah Kecamatan Pakuhaji untuk segera menertibkan dan mengamankan dalang dibalik perjudian perjudian togel dan fajar pakong diwilayahnya .

"Menurut data yang kami terima perjudian togel dan fajar pakong telah tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Pakuhaji, untuk itu agar segera dilakukan penelusuran diseluruh desa di wilayah kecamatan Pakuhaji karena Sasaran penjudi togel bukan hanya didominasi kaum dewasa akan tetapi sudah mengarah kepada kaum pelajar maupun anak-anak yang merupakan generasi bangsa Indonesia yang mesti diselamatkan dari bahaya perjudian, saya berharap aparatur setempat juga ikut turun membasmi penyakit masyarakat jenis judi," tambah Egi.

Bahkan Egi juga akan intens merangkul para tokoh alim ulama, beserta muspika untuk bertindak cepat dalam menyelesaikan kasus judi togel tersebut."Saya akan mendatangi dan membuat spanduk untuk mengajak masyarakat Pakuhaji Kabupaten Tangerang Banten agar segera melaporkan apabila melihat dan mengetahui letak titik-titik dalam perjudian togel dan fajar pakong, dan akan melaporkan kepada kepolisian setempat agar dapat mempermudah dalam memberangus perjudian togel dan fajar pakong di wilayah kecamatan Pakuhaji," ujarnya.

Sementara itu di tempat terpisah Ust. Hasan basri, selaku ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pakuhaji turut mengapresiasi langkah yang di lakukan oleh Egi sahfutra dalam memberantas perjudian togel dan pakong kec.Pakuhaji dengan melibatkan seluruh pihak.

"Dalam hal ini, pemberantasan judi togel dan fajar pakong harus melibatkan seluruh pihak baik kepolisian maupun masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam pemberantasan judi pakong. Kami (MUI) juga siap membantu saudara Egi berserta masyarakat Pakuhaji lainnya dalam memerangi judi togel dan pakong. Agar kedepan moralitas keagamaan dapat menjadi pegangan hidup warga, sebagai petujuk arah yang di ikuti oleh warga Pakuhaji," tegas Hasan Basri

Hal senada pun dikatakan oleh Kapolsek Pakuhaji, AKP. Suyatno kepada megapolitanpos.com melalui telepon selulernya bahwa dirinya akan turun langsung untuk mengamankan bandar judi dan bertindak tegas terkait judi pakong.

"Iya mas, sudah seringkali kami turun langsung ke warga untuk mensosialisasikan dampak judi jenis ini, bahkan saya langsung turun ke lapangan untuk menindak pelaku atau bandar dari peredaran judi pakong. Saya berterimakasih jika ada masyarakat yang mau membantu mengawasi, dan segera informasikan kepada kami. Kami akan siap menangkap dalang judi ini," pungkasnya. (AR)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top