Gara-gara Puisi Sukmawati, AHY: Mari Kita Menjaga ucapan - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Gara-gara Puisi Sukmawati, AHY: Mari Kita Menjaga ucapan

Politik
gara-gara puisi sukmawati ahy mari kita menjaga ucapan
AHY saat diwawancarai

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Batu- Puisi politisi putri Presiden RI pertama yakni Sukmawati Soekarnoputri yang menjadi viral di media sosial, ternyata dinilai bentuk pusi tersebut menyinggung dan melukai, serta mengganggu sebagian masyarakat Indonesia khususnya kaum muslim.

Hal ini seperti yang diungkapkan Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang notabene adalah putra mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. "Saya memang tidak ada di ruangan itu, tetapi Saya menyesali adanya puisi seperti itu," ucap dia, Selasa (03/04/2018) malam, saat sambangi Jatim tepatnya di Kota Batu, Jawa Timur.

Diungkapkan AHY, bahwa semua itu harus ditempatkan pada posisi yang benar-benar pas, bahwa kebabasan berbicara di negara ini memang dijamin, negara ini adalah negara demokrasi yang menjunjung tinggi hak dan kebabasan untuk mengungkapkan atau mengekpresikan pandangan pendapat dan gagasan apapun termasuk dalam seni dan gaya.

Tetapi, lanjut dia, secara pribadi dianggap olenya, bahwa kebebasan berpendapat itu tidak boleh kemudian dilakukan yang pada akhirnya melukai perasaan orang lain, apalagi perasaan banyak orang." Nah, ini yang harus Kita Jaga," tandas AHY.

Menurut AHY, toleransi dan tenggang rasa yang sering diajarkan sejak kecil patutlah diaplikasikan dalam era kekinian, karena Negara Republik Indonesia ini masyarakatnya majemuk yang mana beraneka ragam suku, agama, ras etnis, dan beberapa golongan.

"Mari Kita sama-sama dapat menjaga lisan, menjaga ucapan Kita, sehingga benar-benar tidak disalahtafsirkan, yang kemudian menghadirkan polemik, perseteruan, apalagi konflik sesama antar anak bangsa. Jangan sampai persatuan terganggu oleh hal-hal seperti itu," ujar AHY.

Sementara, dia juga memberi apresiasi, yang diketahuinya, bahwa Sukmawati Soekarnoputri mencoba mengklarifikasi puisi tersebut.

"Dan tentunya, mudah-mudahan, Saya juga berharap bahwa isu ini bisa diselesaikan dengan baik-baik, tidak kemudian dipolitisisasi secara berlebihan oleh pihak tertentu, yang kemudian menjadikan ini isu yang luar biasa, sehingga bisa memecah belah sesama anak bangsa. Kita harus menjaga hati dan menahan diri untuk tidak mudah di adu domba oleh siapapun, dan itu menurut Saya penting, bahwa pada akhirnya Kita berharap semua tokoh serta semua elit politik termasuk juga komponen masyarakat sipil lainya seperti politisi, akademisi atau siapapun dapat terus menjaga keteduhan dan kedamaian di alam demokrasi yang Kita cintai ini," pungkas AHY.Putut

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top