Kepsek SMPN 2 Gunung Putri Bantah Utang 225 Juta - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Kepsek SMPN 2 Gunung Putri Bantah Utang 225 Juta

Bogor
kepsek smpn 2 gunung putri bantah utang 225 juta
Ilustrasi

MEGAPOLITANPOS.COM - Kabupaten Bogor. Adanya keluhan orangtua murid SMPN 2 Gunung Putri Kab. Bogor tentang besarnya pungutan yang diwajibkan pihak sekolah terhadap muridnya memasuki babak baru, pasalnya pernyataan ketua komite yang mengatakan bahwa, uang sumbangan 500 ribu dari orangtua murid adalah untuk pembiayaan Komputer yang masih tertanggung utang 225 juta saat ini dibantah oleh Kepala Sekolah.

"Pernyataan Ketua Komite itu tidak benar sebab sekolah tidak mempunyai utang, saya selaku Kepalah Sekolah sudah menegur, saya marah kepada beliau. Mungkin karena beliau baru jadi belum mengerti," kata Asmin selaku kepala sekolah SMPN 2 Gunung Putri pada selasa 27/3/2018 kepada megapolitanpos.com di kawasan sekolah SMPN 2 Gunung Putri.

Dia juga menuturkan, uang yang ditarik dari orangtua murid itu sifatnya sumbangan yang sudah disepakati oleh orangtua murid dan tidak boleh dipaksa, "saya sudah tiga tahun di sekolah ini dan tidak pernah ada pemaksaan dan ancaman, inikan milik negara. Kalau ada paksaan atau ancaman dari komite, saya akan berikan sanksi kepada mereka, saat ini uang yang terkumpul dari yuran yang 500 itu baru sekitar Rp. 40.000.000,00.- (empat puluh juta)" tutur Asmin menambahkan.

Mengenai jumlah uang yang sudah terkumpul, megapolitanpos.com mencoba menghubungi ketua komite SMPN 2 Gunung Putri melalui pesan whatsApp, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan.

Sebelumnya Ketua Komite SMPN 2 Gunung Putri Yanti memberikan penjelasan kepada megapolitanpos.com pada senin 19/3/2018 melalui pesan whatsApp, "begini pak, uang sumbangan 500 ribu itu untuk pembiayaan Komputer yang masih tertanggung utang 225 juta. Bapak nanya ini atas nama Orangtua, Wali murid atau siapa ?. Lagian kan udah disepakati bersama antara Wali murid yang hadir waktu itu." Kata Yanti mengenai pungutan yang dikeluhkan orang murid.

Dengan adanya pernyataan kepala sekolah yang membantah pernyataan ketua komite mengenai utang 225 juta mendapat tanggapan dari orang tua murid, "Dinas Pendidikan dan Aparat Penegak Hukum sudah semestinya mengaudit dan melakukan pemeriksaan terhadap SMPN 2 Gunung Putri sehingga terlihat jelas apa yang terjadi dalam keuangan sekolah, bila perlu Dana BOS juga diperiksa" ujar Eman (red: nama samaran) selaku orangtua murid di Gunung Putri.

Eman (red: nama samaran) mengungkapkan, kemarin sebelum ada pemberitaan kita dipaksa untuk melunasinya, tapi sekarang malah bilang itu sukarela, "sebelumnya pengurus komite ngotot bahwa itu harus dilunasi, tapi kalau kita minta kwitansi gak ada kan aneh. Kita curiga untuk apa uang sebanyak itu, bayangkan jumlah murid saat ini seribu orang lebih dikali lima ratus ribu kan sudah setengah milyar," ungkapnya.

Pengamatan megapolitanpos.com jumlah murid di SMPN 2 Gunung Putri sudah tidak sesuai dengan Permendikbud No. 17 Tahun 2017 tentang PPDB sebab jumlah murid saat ini mencapai 1094 orang padahal ruangan kelas yang tersedia adalah 28 dan salah satu ruangan dari yang 28 tersebut dipergunakan untuk ruangan Lab/ ruangan belajar. Namun cukup disayangkan saat permasalahan tersebut dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kab. Bogor TB Luthfie Syam melalui pesan whatsApp belum ada tanggapan.**(lu).

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top