Horee, 2 Warga Tangerang Menjadi Sindikat Narkoba Dituntut Mati - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Horee, 2 Warga Tangerang Menjadi Sindikat Narkoba Dituntut Mati

Hukum
horee 2 warga tangerang menjadi sindikat narkoba dituntut mati
Sidang Narkoba

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Gembong narkotika antar negara di tuntut mati oleh JPU Kejaksaan Negeri Kota Tangerang.

Kedua orang tersebut adalah, satu warga Kabupaten Tangerang dan satu warga Tangerang selatan. Telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU.RI no 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan tuntutan hukuman mati.

Dalam membacakan tuntutannya JPU Muhammad Erlangga mengatakan, Senin (26/3) yang mengendalikan peredaran narkoba adalah Bong Djung Sen alias Ko Liong Kun alias Aseng (56) tahun Tahanan lapas Pasir Putih Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah. Bersama Liu Kit Tjung alias acung (39) tahun warga Desa Laksana Kampung Sungai Turi Rt 02/11 Kelurahan Laksana Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang Banten. Sedangkan terdakwa Erwin Afianto alias Nule 36 tahun warga jalan Kemiri Rt 01/04 Pondok Cabe Udik Tangerang selatan Banten.

Didalam sidang dijelaskan, terdakwa adalah sindikat narkotika yang di kendalikan oleh Awen DPO dari Hongkong, kerjasama dengan Bong Djung Sen yang ada di lapas Nusakambangan karena sedang menjalani hukuman perkara yang sama.

Bong Djung sen meminta bantuan Liu Kit Tjung alias Acung untuk mencarikan kontrakan yang ada garasinya.

Lebih lanjut JPU mengatakan, Acung mengontrak rumah di jalan Kali Baru Raya Rt 03/005 Desa Kali Baru Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang. Tanggal 21 juli 2017 Acung memberi tahu kalau kontrakan yang ada garasi mobilnya sudah ada dan di bayar Rp 4,5 juta. Mobil Box membawa 2 peti warna krem yang di simpan di garasi. Acung memberi tahu setiap satu peti berisi 60 bungkus kantong plastik.

"Awen menghubungi Acun, supaya menukar 10 bungkus sabu sabu dengan ekstasi, Mohamad Zulkarnaen tewas dalam penangkapan di daerah Citraland Kalideres Jakarta Barat. Sedangkan Liu Kit Tjung alias Acung di tangkap di Mal Alam Sutra Living World Tangerang Selatan, sedang mengantar barang sebanyak 56 kantong plastik dan 60 kantong plastik, dalam kardus berisi ekstacy dari blakang jok mobil terdakwa," jelasnya.

Berdasarkan Balai Laboratorium Narkotika nomor 60 AH /VIII/2017, bahwa tablet minion kombinasi biru kuning di dalam bungkus plastik bening kode A01 s/d A06 no 1 dan Mode B01 s/d B06 no 2, mengandung MDMA dimetil 3,4 metilendioksi Fenetilamina. Daftar dalam golongan 1 nomor urut 37 lampiran Undang Undang RI no 35 tahun 2009, dan mengandung Metamfietamina golongan 1 no 61.

JPU mengatakan, unsur pemufakatan percobaan jahat melakukan tindak pidana Narkotika, dan Prekursor tanpa hak melawan hukum, menawarkan untuk di jual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, atau menyerahkan Narkotika berdasarkan pasal 1 ayat (18), bahwa pemufakatan jahat adalah perbuatan 2 orang atau lebih, dalam tindak pidana narkotika dangan hukuman mati.

Mendengar tuntutan mati ke 3 terdakwa Bong Djung Sen alias Aseng, Liu Kit Tjung alias Acung dan Erwin Afianto alias Bule tertunduk lemas, di hadapan majelis Hakim Halomoan Sianturi SH MH.

Jaksa penuntut umum Muhammad Erlangga SH, menilai perbuatan para terdakwa tidak mengindahkan program pemerintah, yang sedang giat-giatnya perang terhadap narkotika. Kuasa hukum terdakwa Nasrulloh akan mengajukan pembelaan supaya para terdakwa tidak di hukum mati."Kalau terdakwa Aseng berat karena beliau sebagai Napi di lapas Nusakambangan." tuturnya. Ply/Johan

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top