Kecamatan Tigaraksa, Diduga Kurang Transparan Dalam Hal Keuangan - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Kecamatan Tigaraksa, Diduga Kurang Transparan Dalam Hal Keuangan

Kab Tangerang
kecamatan tigaraksa diduga kurang transparan dalam hal keuangan
poto : Istimewa

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang– Sejak tanggal 24 Oktober 2017, pihak Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, belum juga memberikan data soal transparansi pengelolaan dan penggunaan keuangan kendati sudah dilakukan upaya permohonan transparansi dari warga setempat.

Yusman Nur, pemerhati kebijakan publik yang juga warga Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang menyebut padahal secara filosofis, penggunaan dan pengelolaan keuangan negara di daerah sejatinya untuk kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya kata Yusman, sejumlah informasi yang sempat diminta terkait pagu anggaran, rencana kerja pembangunan, rencana strategis pembangunan, laporan pertanggungjawaban kecamatan dan sebagainya sempat diminta olehnya.

“Harus terbuka, termasuk penggunaan dan pengelolaan keuangan negara khususnya di Kecamatan Tigaraksa ini,” kata Yusman kepada kepada wartawan, Selasa (27/2/2018) kemarin.

Ia melanjutkan, secara yuridis, semua bentuk penggunaan dan pegelolaan uang Negara wajib ditrasnparansi kepada masyarakat. Hal ini juga lantaran sudah diatur berdasarkan perundang-undangan.

Ia lebih dalam melanjutkan, hal yang dimaksdud tercantum dalam UU No 1/2003 Tentang Keuangan Negara, UU No 1 /2014 Tentang Perbendaharaan Negara, UU 23/2014 Tentang Pemda, UU 14/2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, PP-58-2005 Tentang Keuangan Daerah.

“Dan Permendagri 21-2011 perubahan kedua pedoman pengelolaan keuangan daerah, dan sejumlah peraturan lainnya,” ucap Yusman.

Uang negara merupakan milik masyarakat, maka kata Yusman, masyarakat harus mengetahui dan mendapatkan haknya untuk tahu (akses) soal penggunaan dan pengelolaannya.

“Artinya, Camat Tigaraksa dalam menggunakan dan mengelola keuangan negara harus terbuka dan masyarakat harus bisa mengaksesnya,” katanya menjelaskan.

Sehingga masyarakat mengetahui apa saja program dan kegiatan di kecamatan dalam rangka pembangunan. Termasuk apakah prosesnya sudah terealisasi atau belum.

Namun faktanya kata Yusman beranggapan, tidak demikian, pengelolaan keuangan negara di Kecamatan Tigaraksa sangat tertutup.

“Faktanya tertutup, maka pasti ada yang tidak beres. Sikap Camat Tigaraksa yang seperti ini menunjukan ada yang ingin ditutup-tutupi, ada apa?” ujarnya menegaskan.

Ini merupakan pekerjaan rumah buat Bupati Ahmed Zaki Iskandar. Jangan sampai disebut gagal mempola pembinaan di tingkat kecamatan.

“Ingat uang negara bukan milik pribadi Camat Tigaraksa, tapi milik masyarakat. Seharusnya dipublikasikan penggunaan dan pengelolaan keuangan itu untuk apa saja,” ungkapnya.

Sebab menurut Yusman, yang dikhawatirkannya adalah ketika uang negara untuk kepentingan masyarakat diduga digunakan dan dikelola secara tertutup, maka akan sangat mudah untuk disalahgunakan. Kalau memang ada, tidak boleh ditoleransi jika ingin kecamatan Tigaraksa maju.

“Prinsip dasarnya kan sederhana, sebagaimana menurut KPK, kalau bersih, kenapa risih,” pungkas Yusman.Jhn

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top