Diduga Tidak Berizin, Warga Pinang Minta Tutup Kafe Sahara Lantaran Jual Miras - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Diduga Tidak Berizin, Warga Pinang Minta Tutup Kafe Sahara Lantaran Jual Miras

Kota Tangerang
diduga tidak berizin warga pinang minta tutup kafe sahara lantaran jual miras
BB miras

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Satuan Satpol PP Kota Tangerang akhirnya menggrebek kafe Sahara yang terletak di Jalur Sutera Boulevard, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Rabu (31/01/18) malam lalu.

Alhasil sebanyak 144 botol Minuman Keras (miras) dari berbagai merk seperti Soju dan Bir, langsung diamankan dan dibawa ke kantor Satpol PP Kota Tangerang. Namun ironisnya, petugas tidak melakukan penyegelan terhadap kafe tersebut.

Padahal kafe yang menyajikan Sisha, sebagai menu utama itu jelas-jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) No.7/2005 tentang Larangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. Selain itu, kafe tersebut diduga tak mengantongi Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) dan Standar Pelayanan Izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUPar) dari instansi terkait.

Sejumlah warga Pinang pun bereaksi atas penggrebekan kafe yang lokasinya tak jauh dari Rumah Buah All Fresh di kawasan Alam Sutera. Mereka mendesak Satpol PP untuk segera menyegel atau menutup operasional kafe lantaran secara terang-terangan menjual miras. Terlebih, kafe tersebut diduga tak mengantongi izin.

"Kami pada dasarnya sangat mendukung langkah Satpol PP dalam penegakkan perda. Tapi kenapa kok cuma menyita minumannya saja, kafenya kenapa nggak ditutup sekalian," ujar Andi, tokoh pemuda Pinang.

Bahkan, warga menyayangkan mengapa Satpol PP baru menggrebek kafe tersebut. Padahal kafe tersebut sudah lama beroperasi dan diduga tak mengantongi izin.

"Kalau sampai Satpol PP tidak menutup kafe tersebut jangan salahkan kalau kami bertindak," tegas Andi. Jumat (02/02/2018)

Sementara itu ditempat terpisah, Kabid Penegak undang-undang Daerah (Gakumda) Satpol PP Kota Tangerang Kaonang memastikan, telah menyita barang bukti miras yang ada di kafe tersebut 144 miras, kita amankan di Mako Satpol PP dari berbagai merk.

Bahkan, pihaknya sudah memanggil manajemen kafe untuk menandatangani surat serah terima penyitaan barang bukti serta surat peringatan pertama. Selain itu, pihak manajemen juga sudah menandatangani perjanjian untuk tidak menjual miras kembali di kafe tersebut, terang Kaonang. Kamis (01/02/2018).

"Sudah buat perjanjian. Mereka berjanji tidak akan jual minuman lagi," tambahnya. Terkait desakan warga agar menutup kafe tersebut, Kaonang mengaku pihaknya hanya melaksanakan tugas sesuai prosedur.

Menurut Kaonang. Kalau untuk menutup kita belum melakukan. Karena kami bekerja kan ada tahapannya, pertama surat peringatan pertama sampai ketiga. Kalau sampai tidak diindahkan juga, baru kami ambil langkah tegas, bisa dikenakan tindak pidana ringan, pidana hingga penutupan kalau memang mereka tak mengantongi izinnya, tandasnya. (Ar)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top