Polres Malang Bongkar Jaringan Pembuat Materai Palsu - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Polres Malang Bongkar Jaringan Pembuat Materai Palsu

Hukum
polres malang bongkar jaringan pembuat materai palsu
Pelaku pengedar materai palsu

MEGAPOLITANPOS.COM, Malang- Tepatnya, Senin (29/01/2018) sore hari, Tim Buru Sergap Satuan Reskrim Polres Malang, Jawa Timur, berhasil meringkus jaringan yang memiliki modus pemalsuan materei dengan cara mendaur ulang materei.

Sementara, barang bukti materei palsu yang berhasil diamankan mencapai 2.100 biji materei palsu, sedangkan tersangka yang diringkus atas nama Amin Fauzi (42 th), seorang pria warga Dusun Ngipik, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
"Saat penggeledahan, petugas menemukan bukti materai bekas pakai Rp 3.000 dan Rp 6.000. Disita pula, bukti 818 materai Rp 6.000 bekas daur ulang, 156 materai Rp 3.000 bekas daur ulang dan 74 bahan baku materai bekas," terang Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Selasa (30/01/2018) sore.

Masih dikatakan Kapolres, selain itu, petugas menyita 680 materai bekas Rp 6.000, 160 materai bekas Rp 3.000 siap edar dan 225 materai Rp 6.000 daur ulang siap edar, selembar keramil, lem kayu warna putih dan Aceton.
"Tersangka mengaku, bahwa praktik pemalsuan materei ini dijalankan seorang diri, yang caranya membersihkan materei bekas dan dibuatnya seperti baru," ujar dia.

Sementara, menurut Yade, melihat materai itu cukup sulit membedakannya dengan yang asli. Namun ada tanda yang cukup jelas, semisal tindasan tanda tangan. Terkait peredaran, materai palsu disebut Yade telah masuk wilayah Kota Kepanjen.

Sedangkan penjualannya, materi palsu ini dijual lebih murah. Materei Rp 6.000 hanya seharga Rp 3.500 dan Rp 3.000 hanya Rp 1.500. Peredarannya dengan mendatangi toko-toko. Sementara, ada dugaan metode yang dilakukan tersangka nyaris sama dengan metode kasus di Gresik.
Oleh sebab itu, ditegaskan Yade, pihaknya terus melakukan pengembangan dan penyelidikan adanya keterlibatan pihak lain, terutama penyedia bahan baku.

"Tersangka mengaku hanya untuk mencari pendapatan tambahan. Ia juga menyebut mendapat bahan baku materai dari seorang temannya. Ia mengaku menjualnya di tempat-tempat parkir bukan ke toko-toko," pungkas Yade.

Seperti yang telah diketahui, bahwa tindakan tersebut melanggar hukum. Perbuatan tersangka diduga melanggar pasal Pasal 260 KUHP. Pasal ini mengandung ancaman 4 tahun kurungan penjara.Putut

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top