Lelang Pelebaran Jalan Pasar Rebo-Komsen Jatiasih Digugat - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Lelang Pelebaran Jalan Pasar Rebo-Komsen Jatiasih Digugat

Hukum
lelang pelebaran jalan pasar rebo-komsen jatiasih digugat
PN Bekasi

Lelang Pelebaran Jalan Pasar Rebo - Komsen Jatiasih Digugat


MEGAPOLITANPOS.COM - Kota Bekasi. Pengadilan Negeri (PN) Bekasi untuk keempat kalinya menyidangkan gugatan PT Faustine Brantas Berkarya terhadap Walikota Bekasi, Kepala Dinas PUPR Kota Bekasi selaku pengguna anggaran, Sekda Kota Bekasi, PT Lagoa Nusantara selaku pemenang lelang, dan Kajari Kota Bekasi selaku Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah Dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Gugatan tersebut terkait dugaan perbuatan melawan hukum dalam lelang yang diselenggarakan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bekasi tahun 2017 tentang kegiatan Pelebaran Jalan Pasar Rebo - Komsen Jatiasih (Bantuan DKI) Rp. 61.845.000.000.00,-

Sidang dengan agenda pembacaan surat gugatan oleh penggugat berlangsung di Ruang Sidang Tirta I PN Bekasi yang dipimpin oleh Hakim Ketua Achmad Satibi SH. MH pada Senin (29/01/2018) dan akan dilanjutkan minggu depan (5/02/2018).

Kuasa hukum PT Faustine Brantas Berkarya, Lambok LG SH mengajukan gugatan karena PT Lagoa Nusantara dianggap tidak memiliki izin usaha jasa konstruksi (IUJK) kualifikasi besar B1 dan tidak memiliki sertifikasi badan usaha (SBU) subbidang klasifikasi SI001 dan subbidang klasifikasi SI003 kualifikasi besar (B1), sehingga bertentangan dengan Surat Edaran Menteri PU No. 11/SE/M/2016 huruf E angka 1c.

Pada Surat Edaran tersebut berbunyi, penjelasan persyaratan klasifikasi bidang dan kualifikasi usaha dalam dokumen pengadaan pekerjaan konsultasi dan jasa konstruksi paket pekerjaan dengan nilai diatas Rp. 50 Milyar, disyaratkan SBU subklasifikasi bidang pekerjaan dan kode subklasifikasi bidang pekerjaan yang diperlukan, yang memiliki subkualifikasi usaha B1 maupun subkualifikasi usaha B2.

Terkait gugatan kuasa hukum PT Faustine Brantas Berkarya terhadap TP4D, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Febrianda Ryendra SH. menanggapi dengan santai sebab pada saat pelelangan berlangsung TP4D baru tahap sosialisasi.

"Tahun 2016 TP4D belum ada di Kota Bekasi, tahun 2017 dari bulan januari sampai pertengahan tahun 2017 baru tahap sosialisasi" ujar Febrianda kepada megapolitanpos.com diruang kerjanya Senin (29/01/2018).

Dia mengatakan pada saat TP4D ditugaskan proses lelang sudah selesai, "kami tidak terlibat dalam lelang, kami melakukan pendampingan pada saat pekerjaan dilapangan. Pendampingan TP4D adalah legal opinion (berupa pendapat hukum)" kata dia.

Namun demikian, dia mengingatkan dengan pendampingan ini, bukan berarti Jaksa mengamini jika ada penyimpangan. "Bila dalam perjalanan, ditemukan penyimpangan. Ya kami akan lakukan tindakan. Silahkan teman - teman media kroscek kelapangan dan bila ada penyimpangan pasti kita tindak" tuturnya.

Pihaknya menghargai gugatan yang dialamatkan ke Institusinya sebab itu hak setiap orang, "kami tidak bisa menyalahkan atas gugatan itu walaupun kami sebenarnya tidak terlibat pada waktu pelelangan. Kami sedang membuat jawaban atas gugatan itu dan jawabanya sudah hampir rampung" tandasnya.

Saat ini kegiatan Pelebaran Jalan Pasar Rebo - Komsen Jatiasih sudah selesai dikerjakan sementara penggugat masih menunggu ketukan palu Hakim.**(manalu).

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top