Hari Gizi Nasional 2018 Soroti Masalah Stunting - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Hari Gizi Nasional 2018 Soroti Masalah Stunting

Kesehatan
hari gizi nasional 2018 soroti masalah stunting
DR Atmarita MPH, (ketua bidang ilmiah DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia/Persagi),pada acara FGD Jurnalis Tentang Hari Gizi Nasional di Menteng Jakarta Pusat, Selasa(23/1/2018).

Jakarta, MEGAPOLITANPOS.COM - Kasus anak indonesia dengan tinggi badan lebih pendek dari standar usianya(stunting)masih sangat tinggi, oleh sebab itu menjadi perhatian utama peringatan hari gizi nasional 2018 dengan mengambil sub tema mewujudkan kemandirian keluarga dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) untuk pencegahan stunting.

Apa itu Sunting ? Stunting adalah Kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama, sejak konsepsi, kehamilan hingga usia 2 tahun, dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak sampai usia berikutnya.

Angka rata-rata stunting nasional mencapai 37,2 persen dari berbagai provinsi dan jumlah tertinggi terdapat pada provinsi sulawesi tengah yang menyentuh angka 16,9%. Saat ini ada 100 kabupaten yang menjadi prioritas utama dalam program penurunan angka stunting di Indonesia dan akan berlanjut dengan 200 kabupaten lainnya.



Demikian paparan DR Atmarita MPH, (ketua bidang ilmiah DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia/Persagi),pada acara FGD Jurnalis Tentang Hari Gizi Nasional di Menteng Jakarta Pusat, Selasa(23/1/2018).
Di jelaskan Atmarita, Indeks berat badan per usia anak indonesia memiliki angka 17%. Kondisi ini semakin mempertegas bahwa gizi buruk masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.

“ Dampak buruk kekurangan gizi tidak hanya terjadi pada bentuk tubuh yang pendek maupun kurus, namun juga pada tingkat kecerdasan otak yang akan berimbas pada rendahnya kualitas sumber daya manusia. Karena itu, upaya percepatan perbaikan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK) perlu dilakukan bersama, “ Jelasnya.



Ditambahkannya, Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan normal anak seusianya. Faktor utama penyebab stunting yakni buruknya asupan gizi sejak periode awal pertumbuhan dan perkembangan janin hingga anak berusia dua tahun, selain itu terdapat beberapa penyebab lain seperti lingkungan yang kotor dan seringnya ibu hamil mengkonsumsi alkohol.

“ Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya nilai gizi pada anak juga menjadi pemicu meningkatnya gizi buruk yang menyebabkan anak menderita stunting, sehingga upaya pemenuhan gizi yang layak pada anak tidak dapat terpenuhi,” ujarnya.

Selanjutnya, langkah pencegahan dan penanganan stunting perlu adanya sinergitas antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah hingga partisipasi masyarakat.

“ Pemerintah dalam hal ini akan mengucurkan dana hingga 62 Triliun, kami berharap dana tersebut jangan sampai terbuang ke laut, harus digunakan sebaik-baiknya,” kata dia.(Ach.Sholeh)





Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top