Dandim 0506/Tgr, Film Jendral Sudirman Hadiah HUT RI Ke 70 - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Dandim 0506/Tgr, Film Jendral Sudirman Hadiah HUT RI Ke 70

Banten
dandim 0506tgr film jendral sudirman hadiah hut ri ke 70
Acara nonton bareng film Jenderal Sudirman bersama Keluarga besar Tentara(KBT)

Tangerang (MP) Kodim 0506/Tgr, menggelar acara nonton bareng film Jenderal Sudirman bersama Keluarga besar Tentara(KBT) dan pelajar serta Insan Pers Tangerang diCinema XXI Bale Kota Tangerang, Selasa (1/9).

Dalam film ini, Jenderal Sudirman mengatakan, "Jawa akan dijadikan medan gerilya yang paling luas di seantero Indonesia,"katanya. Dandim 0506 /Tgr Letkol Inf.Irhamni Zainal mengatakan, "film Panglima Soedirman merupakan hadiah HUT RI ke 70 bagi seluruh bangsa Indonesia," katanya.

"Film ini semoga dapat menginspirasi generasi pemuda Indonesia sebagai penerus perjuangan dalam mengisi kemerdekaan, "ujar Dandim 0506/Tgr. " Dan dapat memberikan semangat pantang menyerah, rela berkorban bagi bangsa dan negaranya serta turut andil dalam meneruskan perjuangan untuk mengisi kemerdekaan dengan ikut serta mensukseskan pembangunan nasional dan pencapaian cita cita para pahlawan nasional Indonesia, "tutur Letkol Irhamni Zainal kepada forum Wartawan Kodim.

Tokoh Karsani dalam film ini, sebagai warga Bantul yang mengingatkan Jenderal Sudirman dengan membangunkan pasukannya pada saat istirahat, jangan tertidur lelap, karena bisadibunuh oleh Belanda, bertemu dengannyakebetulan pada saat melintasi Bantul dan Karsani ikut bergabung dengan pasukan Jendral Sudirman.

Kemudian Jenderal Sudirman terus diburu oleh tentara Belanda yang bernama Hybreek berpangkat Kolonel.

Perjalanan panjang Gerilya nya dari hutan kehutan dan gunung kegunung akhirnya bertemu dengan tentara Kipli lalu dihadang dan diperiksa, setelah melihat yang ditandu adalah sang Jenderal Sudirman akhirnya mereka membantu mereka untuk melanjutkan perjalanan ke Kolonel Sungkono.

Di Kediri ternyata tidak aman dan genting karena disana ada tentara komunis yang dipimpin oleh Tan Malaka setelah Muso diberantas dan punya mereka presiden sendiri. "Perang Gerilya adalah cara melawan musuh dari hutan kehutan dengan amunisi yang kurang lalu berkat kekuatan tuhan pasukannya selamat dari kepungan Belanda, "saat merenung.

Masih dalam renungan Jenderal Sudirman," dihujani peluru tapi tetap terhindar dari maut berarti senjata bukan segalanya, kelaparan dan ketakutan hanya niat memenangkan diri untuk negara dan rakyat Indonesia, "renungannya.

Tokoh pengkhianat yang bernama Kunto mati ditembak oleh Belanda pada saat mengepung Jenderal Sudirman karena Kunto telah membohongi pasukan Belanda. Akhirnya pasukan Jenderal Sudirman mengetahui bahwa kunto adalah mata mata Belanda atau pengkhianat.

Dalam film ini, Jendral Sudirman ada tiga pesan, pertama tidak percaya Belanda akan pergi dari Jogja, kedua pertikaian selalu meremehkan TNI dan ketiga gencatan senjata tidak mungkin karena perang gerilya.

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top