Kemenkop UKM Himbau Masyarakat Hindari Investasi Bodong Berkedok Koperasi - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Kemenkop UKM Himbau Masyarakat Hindari Investasi Bodong Berkedok Koperasi

Peluang Usaha
kemenkop ukm himbau masyarakat hindari investasi bodong berkedok koperasi

Jakarta, MEGAPOLITANPOS.COM - Kementerian Koperasi dan UKM menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap investasi bodong berkedok koperasi. Pasalnya sampai saat ini masih banyak koperasi abal-abal yang masih belum terdeteksi aktifitasnya namun gencar melakukan promosi dengan iming-iming balik hasil yang menggiurkan.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, mengatakan bahwa belum lama ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali merilis daftar koperasi yang dihentikan koperasinya karena diduga sebagai koperasi bodong yang merugikan masyarakat. Koperasi yang ditutup aktifitasnya yaitu Bintang Abadi Sejahtera atau ILC, Koperasi Segitiga Bermuda/Profitwin77, Koperasi Serba Usaha Agro Cassava Nusantara di Cicurug Sukabumi/Agro Investy, Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Cabang Pekanbaru, Koperasi Karya Putra Alam Semesta.

"Kalau ada koperasi menawarkan imbal hasil berupa bunga perbulan di atas 5 persen, itu patut diwaspadai, itu identik dengan investasi bodong," kata Agus Muharram dalam acara “ Pencapaian Kinerja Tahun 2017 dan Rencana Kerja Tahun 2018”, di Jakarta, Jumat (05/01/2018).





Menurut Agus Muharram, hal yang harus dihindari oleh masyarakat agar terhindar dari kerugian materi saat ingin investasi di koperasi adalah dengan melakukan tertib administrasi. Artinya dalam melakukan penyimpanan uang terutama di koperasi simpan pinjam (KSP), harus melalui prosedur yang benar.

Untuk itu pihaknya minta masyarakat jangan menitipkan tabungan kepada salah satu anggota koperasi dengan maksud untuk ditabungkan. Hal ini berpotensi besar terjadinya penyelewengan. Terlebih uang dititipkan melalui calon anggota koperasi yang belum sah menjadi anggota.

Selanjutnya untuk meminimalisir jumlah koperasi bodong dan oknum pengurus yang menyelewengkan dana anggota, Agus menegaskan pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melakukan pengawasan dan tracking terhadap koperasi yang dicurigai melakukan aktifitas menyimpang. Sementara untuk menjamin pengurus KSP tidak menyelewengkan dana, pihaknya mewajibkan pengurus memiliki sertifikat profesi yang dapat diperoleh dari lembaga sertifikasi profesi (LSP).

"Kemenkop perketat untuk izin pendirian KSP, Menteri Koperasi dan UKM sudah kirim himbauan kepada kepala Dinas dan Gubernur untuk membentuk LSP, jadi nanti secara bertahap setiap pengurus atau manajemen KSP itu wajib bersertifikat," katanya. (Ach.Sholeh)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top