Tingkatkan Daya Saing Koperasi, LPDB KUMKM Bertekad Berantas Korupsi - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Tingkatkan Daya Saing Koperasi, LPDB KUMKM Bertekad Berantas Korupsi

Peluang Usaha
tingkatkan daya saing koperasi lpdb kumkm bertekad berantas korupsi
diskusi bertema "SOP Bisnis dan Pembiayaan Syariah", di Semarang, Jumat (22/12/2017).

Semarang, Jawa Tengah, MEGAPOLITANPOS.COM - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUKM) telah melakukan transformasi bisnis dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para mitra.

Dalam upaya optimalisasi penyaluran dana LPDB KUMKM, sebelumnya sudah bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM di seluruh Indonesia, dan saat ini juga sudah menjalin sinergi dengan lembaga penjamin kredit di berbagai daerah di Indonesia. Karena tekad Badan Layanan Umum (BLU) milik Kemenkop dan UKM ini adalah memberikan layanan terbaik bagi para mitra.

Direktur Bisnis LPDB KUMKM Iman Pribadi mengatakan, aspek nomor satu yang menjadi penghambat daya saing Kopersi adalah korupsi. Indonesia, imbuhnya, tidak akan menjadi negara yang maju dan besar kalau korupsi tidak diberantas.

"Kedua adalah masalah reformasi birokrasi, ketiga adalah terkait dengan infrastruktur dan keempat akses terhadap pembiayaan" kata Iman dalam diskusi bertema "SOP Bisnis dan Pembiayaan Syariah", hari kedua Rakor LPDB KUMKM dengan Dinas Koperasi dan UKM, di Semarang, Jumat (22/12/2017).

Hadir pada acara tersebut Dirut LPDB KUMKM Braman Setyo, Direktur Bisnis LPDB KUMKM Iman Pribadi, Direktur Pembiayaan Syariah LPDB KUMKM Jaenal Aripin, Direktur Pengembangan Usaha Adi Trisnojuwono, para Kadis Koperasi dan UKM se- Indonesia, para Dirut Jamkrida, dan para pelaku Koperasi dan UKM.

Imam menguraikan meningkatkan akses koperasi usaha mikro kecil dan menengah kepada sumber pembiayaan formal, jelasnya, adalah sebagai upaya meningkatkan daya saing, karena saat ini literasi terhadap industri, Koperasi dan UMKM kepada lembaga pembiayaan di Indonesia masih sangat kecil, hanya 26%.

"Kita coba bandingkan dengan China, Taiwan atau negara-negara di daerah Skandinavia, yang berkembamg adalah sektor UKMnya. Jadi kalau melihat China sebagai negara yang super power di bidang ekonomi itu karena UMKM nya yang sangat sehat dan itu sangat didorong oleh pemerintahnya," kata Imam.

Imam menambahkan, yang menjadi kendala bagi Koperasi dan UKM untuk maju, tambahnya, adalah faktor permodalan, penjaminan dan pendampingan.

"Syukur alhamdulillah kemarin sudah dilakukan penandatanganan kerjasama antara LPDB dengan perusahaan penjaminan kredit, sehingga masalah penjaminan sudah tidak lagi menjadi isu," harap Iman.

LPDB KUMKM dengan manajemen yang baru ini diupayakan mempunyai akses transaksi sampai dengan mitra koperasinya langsung, sehingga tidak terjadi korupsi, misalnya data yang diberikan tidak benar. Jika akses penjaminan dan pendampingan bisa dilakukan dengan baik, harap Iman, idealnya akan mendapatkan hasil yang optimal.

Plafon Pinjaman/Pembiayaan

Direktur Pembiayaan Syariah LPDB KUMKM Jaenal Aripin pada acara yang sama mengatakan, untuk pembiayaan syariah LPDB, plafon pinjaman/pembiayaan terhadap koperasi Rp 150 juta. Sedangkan plafon pinjaman pembiayaan untuk UKM adalah Rp 250 juta. Namun besar kecilnya plafon pembiayaan yang bisa diberikan tergantung dari analisa kelayakan.

"Kegiatan pemberian jaminan atas pemenuhan kewajiban finansial penerima pembiayaan (makfuu anhu) berdasarkan prinsip syariah. Prinsip syariah adalah ketentuan hukum Islam berdasarkan fatwa atau pernyataan kesesuaian Syariah dari dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI)," jelas Jaenal.

Jaenal menguraikan prinsip penjaminan pembiayaan syariah hanya diberikan apabila kreditur dan penjamin pembiayaan berpendapat bahwa proposal atau proyek layak dibiayai. "Apabila salah satunya menyatakan tidak layak maka tidak bisa diterbitkan penjaminannya," jelasnya.

Sementara itu Dirut LPDB KUMKM Braman Setyo dalam paparannya mengatakan, kerjasama yang dilakukan antara LPDB dengan Dinas Koperasi UKM dan perusahaan penjamin kredit Jamkrindo-Jamkrida di seluruh Indonesia, segera dapat dilaksanakan dengan ditandatanganinya MoU kemarin.

BACA JUGA : http://www.megapolitanpos.com/detail/5188/lpdb-kumkm-gandeng-jamkrida-percepat-penyaluran-dana-bergulir.

"Ini merupakan salah satu bentuk inklusif kita dalam rangka melakukan penyaluran dana bergulir LPDB, sinergi dengan Dinaskop UKM dan Jamkrida yang ada di seluruh Indonesia, semoga nantinya akan bisa menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi daya tarik pelaku usaha, khususnya pelaku Koperasi dan UKM," harap Braman.

Selanjutnya selain akan mempermudah para pelaku Koperasi dan UKM dalam mengakses dana bergulir LPDB, upaya ini akan menjadi solusi bagi pelaku Koperasi dan UKM dan tidak akan ada lagi hambatan-hambatan. Sehingga LPDB bisa bersaing dengan lembaga-lembaga pembiayaan lain, sehingga ke depan LPDB akan menjadi lembaga pembiayaan yang sangat seksi.(Ach.Sholeh)



Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top