Pemkab Bogor Diminta Evaluasi Rekrutmen Dan PHK PT. JS Jakarta - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Pemkab Bogor Diminta Evaluasi Rekrutmen Dan PHK PT. JS Jakarta

Bogor
pemkab bogor diminta evaluasi rekrutmen dan phk pt js jakarta
PT. JS Jakarta

MEGAPOLITANPOS.COM - Kab. Bogor, PT. JS Jakarta yang terletak di Jl. Raya Narogong No. 34 Cileungsi, Bogor melakukan pemutusan kontrak terhadap puluhan pekerja baru - baru ini, padahal terdengar kabar bahwa PT. JS Jakarta rutin menerima lowongan kerja secara diam - diam alias tertutup. Salah seorang narasumber yang identitasnya tidak bersedia disebut menyampaikan kepada Megapolitanpos.com bahwa pemutusan kontrak yang dilakukan oleh PT. JS diduga kuat adalah modus sebab begitu adanya pemutusan kontrak saat itu juga langsung ada penerimaan karyawan secara diam - diam melalui oknum tertentu dan langsung dipasang tarif yaitu antara 1,5 juta sampai 2 juta rupiah per orang.

Wartawan mencoba menemui karyawan yang baru - baru ini dikeluarkan dari PT. JS Jakarta sebut saja namanya Maya (red) menuturkan, "saya bersama puluhan teman - teman baru saja dikeluarkan dari PT. JS Jakarta padahal kami masih betah bekerja walaupun hanya kontrak, dulu waktu kami melamar dipintai uang oleh orang dalam 2 juta rupiah" tuturnya dengan rada malu.

Maya (red) berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan Kementerian Tenaga Kerja agar memperhatikan nasib mereka, "saya berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kab. Bogor dan Kementerian Tenaga Kerja, sehingga para pengusaha di Cileungsi tidak sesuka - sukanya terhadap pekerja. Sudah dipintai uang waktu melamar tau - tau kerja hanya 2 tahun" ujarnya dengan nada kesal di Cileungsi.

Menanggapi informasi tersebut, Lasmi selaku HRD PT. JS Jakarta melalui sambungan telefon selluler di Nomor 0812 8157 xxxx menyampaikan, "sesuai ketentuan bahwa pekerja itu dikontrak 1 tahun kerja lalu dapat diperpanjang untuk tahun kedua, namun kalau sudah bekerja 2 tahun harus keluar. Katanya kepada Megapolitanpos.com.

Dia juga menjelaskan jika masih mau bekerja di PT. JS Jakarta tentu harus Off dulu satu bulan, "kepada pekerja yang sudah habis kontrak tapi masih ingin bekerja di kami silahkan ajukan lamaran kembali tapi berhenti dulu satu bulan" kata Lasmi.

Beliau menuturkan untuk indikasi pungli saat penerimaan tenaga kerja, saya sudah mengantisipasi, "sudah saya arahkan untuk lowongan kerja semuanya harus lewat depan dan tidak boleh lagi ada titipan, saya juga sudah berikan sanksi kepada semua staf dan pengawas yang terlibat dengan pungli. Dan saat ini semua calon karyawan harus menandatangani sebuah pernyataan yaitu tidak adanya pungutan dan semuanya transparan. Kalau masih ada pungutan silahkan telfon Polsek Cileungsi" tutur Lasmi.

Dianya juga mengakui bahwa setiap penerimaan tenaga kerja tidak pernah melaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja Kab. Bogor, "kan tidak ada Undang - Undang yang mengatur bahwa setiap penerimaan tenaga kerja harus melapor kepada Dinas Tenaga Kerja, dan saya yakin tidak ada perusahaan yang melapor kepada Disnaker mengenai lowongan kerja. Tapi saya rutin melaporkan kepada Disnaker Kab. Bogor mengenai jumlah tenaga kerja di PT. JS Jakarta" tutup Lasmi dalam sambungan telefon selluler pada Rabu 13/12 pukul 11 - 23 WIB.

Rahmatullah selaku Aktivis Bogor mengaku geram dengan adanya indikasi pungli dalam penerimaan karyawan di Bumi Tegar Beriman, "saya meminta kepada Disnaker untuk segera turun kelapangan, jangan sempat masyarakat marah. Aparat Penegak Hukum juga harus melakukan penyelidikan, jangan dibiarkan bila ada pungli" ujar mantan ketua Forum Mahasiswa Bogor (FMB) tersebut di Cibinong Bogor.

Hal yang sama dilontarkan Sekjen FMB Iksan Awaludin ketika diminta tanggapanya mengenai adanya PHK dan Lowongan Kerja diwaktu yang bersamaan, "Dinas Ketenagakerjaan segera turun kelapangan meninjau PT. JS Jakarta tersebut, karena harus jelas memberhentikan karyawan dan merekrut karyawan baru alasanya apa" tandasnya.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Bogor melalui Kasie Penempatan Tenaga Kerja, Beni Budiman ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp menyampaikan, "nanti saya infokan ke Seksi syarat kerja saya lagi dijalan" ujarnya. (manalu).

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top