Jual Beli Buku Paket Di SMAN 10 Meresahkan Orang Tua - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Jual Beli Buku Paket Di SMAN 10 Meresahkan Orang Tua

Peristiwa
jual beli buku paket di sman 10 meresahkan orang tua
SMAN 10 Kota Tangerang

Tangerang (MP) Diduga, guru bidang Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Kota Tangerang memperjualkan buku paket terhadap siswa. Bahkan bukan hanya buku paket, untuk kartu pelajarpun juga ditarik biaya. Adanya hal tersebut membuat orangtua siswa merasa keberatan.

Informasi yang dihimpun, siswa membayar enam buku paket. Masing-masing buku dikenakan tarif sebesar Rp. 100.000, jadi total keseluruhan buku paket yang haruus dibayar sebesar Rp. 600.000. Untuk kartu pelajar dikenakan tarif sebesar Rp. 50.000 rupiah.

Saat ditemui salah satu orangtua murid (ALK) dikediamannya, Minggu (22/8) mengatakan pihaknya merasa keberatan jika harus merogoh kantong untuk membayar buku paket sebesar enam ratus ribu rupiah dan kartu pelajar sebesar lima puluh ribu rupiah. Setahu dia, segala perlengkapan sekolah seperti buku, pemerintah Kota Tangerang tidak memperbolehkan pihak sekolah melakukan pungutan biaya terhadap siswa.

"Pemerintah sudah menggratiskan biaya pendidikan. Tapi kenapa ini ada pembayaran buku paket, apalagi yang memperjualkan buku itu guru bidang study. Selain itu, siswa kelas sepuluh seluruhnya juga ditarik lima puluh ribu untuk pembuatan kartu pelajar. Apakah yang dilakukan oleh pihak sekolah seperti ini benar ?," tanyanya.

Ia menambahkan, untuk masalah buku paket pihaknya tidak mengetahui secara jelas diwajibkan membeli atau tidak. Tapi kata dia, jika dipikir secara logis, jika salah satu siswa ada yang membeli, dipastikan siswa lain juga akan membelinya. "Jika satu beli pasti ya beli semua, pasti siswa yang tidak membeli akan merasa malu jika tidak memiliki buku paket itu sendiri," imbuh ibu berhijab ini.
Terpisah, wakasek SMAN 10 Purnomo saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (21/8) baru baru ini jawabannya agak mengambang antara mengakui dan tidak mengakui adanya pungutan uang buku paket tetapi untuk pungutan kartu pelajar Ia mengakui, "Kita tidak mewajibkan siswa membeli buku tetapi kalau ada yang mau membeli ya silakan, untuk kartu pelajar memang ada pungutan tetapi uang tersebut juga untuk keperluan yang lainnya," ujarnya.

Masih kata Purnomo, Ia belum mengetahui jika guru bidang memperjualkan buku paket dengan jumlah harga keseluruhan enam ratus ribu rupiah. Pasalnya, dalam hal tersebut yang memiliki wewenang yakni masing-masing guru bidang studi.

Ia menambahkan, pihaknya akan mengkroscek adanya informasi tersebut. Kata dia, untuk kelas sepuluh dan sebelas telah diberikan buku untuk panutan belajar dari pemerintah. Kelas sepuluh dan dan sebelas tersebut mendapat pinjaman buku paket oleh pihak sekolah.

"Sebagai anak pelajar wajib memiliki buku paket dalam segala bidang, dan pemerintah sudah meminjamkan buku tersebut. Mungkin ada jika guru menjual buku, tapi siswa tidak diwajibkan untuk membeli," ungkap Purnomo.

Lanjut Purnomo, jika untuk biaya kartu pelajar yang dikenakan tarif lima puluh ribu pihaknya dengan tegas mengakui kebenarannya. Kata dia, dana tersebut selain untuk membuat kartu pelajar juga digunakan untuk mencetak foto. Dimana foto tersebut akan digunakan untuk raport masing-masing siswa.

"Iya benar siswa ditarik lima puluh ribu. Dana itu digunakan untuk membuat kartu pelajar dan foto yang akan ditempel di raport siswa. Memang srkolah gratis, tapi untuk operasional memerlukan biaya, dana 50 ribu itu flexibel artinya bisa dibayar kapan saja," tutupnya.Johan


Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top