PT. Adira Finance, Bongkar Kasus Penipuan Kredit Motor - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

PT. Adira Finance, Bongkar Kasus Penipuan Kredit Motor

Hukum
pt adira finance bongkar kasus penipuan kredit motor
Jumpa Pers Adira Finance

MEGAPOLITANPOS.COM, Tangerang Selatan - PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. Cabang Alam Sutra, Tangerang Selatan bersama pihak Kepolisian Tangerang Kota dan Selatan, berhasil membongkar pemalsuan data serta penipuan Kendaraan bermotor Merk Kawasaki Ninja.

Awalnya pada bulan September 2016, Ramlan alias Senager mengajukan perjajian kredit kepada pihak Adira, dua buah kendaraan motor. Selanjutnya tim survey ke rumah pelaku dan ia mengakui rumah tersebut miliknya. Sebulan kemudian pelaku mengajukan lagi permohonan kredit dicabang ciledug, tiga unit kendaraan akan tetapi berjalan dua bulan pelaku tidak membayar kewajibannya, selaku konsumen kredit.

Irwan Sany, Manager Area PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. Saat Press Conpres dengan awak Media, di Jalan. Raya Serpong KM.8 No.72 Alam Sutera, Tangerang Selatan. Menjelaskan, Bahwa kejadian pemalsuan, penipuan dan penggelapan ini di lakukan oleh dua orang pelaku sindikat yang satu terjadi di Kantor Adira Cabang Alam Sutra Tangerang Selatan oleh Ramlan alias Senager dan Nurhadi alias Zulfikar dilakukan dikantor cabang Ciledug (Kreo) KotaTangerang. "Modus kedua pelaku dengan mengajukan Kredit Motor dan palsukan E- KTP, tempat tinggal dan AJB palsu untuk menyakinkan kepada kami," ungkap Irwan, Rabu (09/08/2017)

Pelaku Ramlan sendiri memalsukan Identitas E-KTP yang mirip dengan aslinya, setelah kami cek Identitas, nama pelaku tidak tercatat di database Disdukcapil wilayah Jabotabeka, alamat pelakupun tidak ditemukan, bahkan pelaku Ramlan sempat mengajukan dua kali kredit pertama dua unit motor dan kedua tiga unit motor dengan Identitas yang berbeda, dari perbuatan Ramlan PT. Adira DMF Tbk. Cabang Alam Sutra menderita kerugian sebesar Rp 220 juta, tutur Irwan.

"Sedangkan Nurhadi alias Zulfikar yang menggelapkan unit sepeda motor jenis Ninja, belakangan kami ketahui ternyata datanya palsu juga, ini adalah pelajaran berharga bagi kami (Adira, Red) kedepan Kami akan lebih ketat lagi dalam proses pengajuan kredit dengan bekerjasam pihak Dinas Capil dan Kepolisian agar setiap pengajuan kredit akan kami cek baik identitas maupun tempat tinggalnya, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Perlu di ketahui siapapun yang melakukan pidana dengan cara merugikan kami, akan kia proses secara hukum sesui Undang -Undang yang berlaku," tandasnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Legal Hukum Adira Abdul Ghofur mengatakan, kedua pelaku melakukan penipuan bukan hanya di Adira saja dalam melakukan aksinya, tapi juga pernah di Finance yang lain, untuk itu kedua pelaku kami proses, dan ini adalah pelaksanaan hukuman fiducia yang pertama kali di lakukan.

Pelaku Ramlan alias Senegar dihukum satu tahun sembilan bulan dan Nurhadi alias Zulfikar di vonis dua tahun enam bulan penjara,"mereka terkena pasal 263 dan 378 KUHP serta UU Fidusia Pasal 35," tambahnya.

Sedangkan Legal Hukum lainnya dari PT. Adira, Yudo Yulianto, menambahkan bahwa laporan dan proses hukum yang dilakukan oleh Adira bertujuan agar setiap calon konsumen tidak melakukan penipuan ke perusahaan kita, apalagi dengan membuat identitas palsu agar aplikasi kredit di setujui,"bahkan jika tindakan tersebut di maksudkan untuk menggelapkan atau menghilangkan unit kendaraan, pasti ada konsekuensi yang bakal di terimanya," tutupnya. (Agus Romdoni/Johan)


Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top