Rumah Sayur: Bawang Putih Belum Masuk Pasar - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Rumah Sayur: Bawang Putih Belum Masuk Pasar

Peristiwa
rumah sayur bawang putih belum masuk pasar
poto : Istimewa

Juragan bawang putih di Pasar Induk Kemang, Bogor tidak punya stok bawang putih yang memadai. Akibatnya, harga tetap bertenger di atas Rp 41 ribu per kg.

MEGAPOLITANPOS, Ciputat -- Bertenggernya harga bawang putih di atas Rp 40 ribu, merupakan bukti bahwa komoditi tersebut belum masuk pasar secara maksimal. Hal ini merupakan bukti, pemerintah tak berdaya menghadapi perilaku para importer bawang putih.

Demikian penjelasan pimpinan Rumah Sayur Enterprise, Widada atau yang bisa dipanggil Bang Dada. Rumah Sayur merupakan sebuah badan usaha yang bergerak di bidang distribusi sayur-mayur yang berpusat di kawasan Tangerang Selatan.

Sudah lebih dari dua pekan memasuki bulan ramadhan, tetapi bawang putih impor dari Negeri China itu belum juga masuk ke pasaran. Padahal, Pemerintah melalui Menteri Pertanian dan juga Menteri Perdagangan menjanjikan, gelontoran bawang putih secara massif ke pasar akan menekan harga menjelang lebaran ini. Tetapi pernyataan yang disampaikan sepekan sebelum ramadhan itu, hingga hari ini tidak ada buktinya. “Fakta di lapangan, para pedagang di Pasar Induk, baik Pasar Induk Kamatjati maupun Pasar Induk Kemang-Bogor, mengaku tidak punya stok bawang putih. Karena itu, mereka masih saja tetap pasang harga tinggi, yakni Rp 41 ribu hingga Rp 42 ribu per kg. Dan di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, harganya mencapai Rp45 ribu per kg,” kata Bang Dada di kantor Rumah Sayur yang berada di kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (9/6/2017).

Bang Dada menjelaskan, bawang putih mestinya kini harganya berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp 30 ribu saja per kg. “Belum masuknya bawang putih ke pasaran, erat kaitannya dengan strategi importer atau pedagang besar yang mau mengeruk keuntungan besar menjelang lebaran. “Mereka akan lepas ke pasar tepat menjelan lebaran dengan harga yang tinggi.”

Bang Dada merujuk pada temuan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) yang saat ini sedang melakukan penyeliikan akan hal ini. KPPU menemukan indikasi, bahwa enam perusahaan besar yang tergabung alam asosiasi bawang putih menguasai lebih dari 50% pasar bawang putih yang ada.

“Dari hasil investigasi, ada sekelompok pelaku usaha mengusai 50% bisnis bawang putih dan itu mempengaruhi ketergantungan konsumen terhadap kebutuhan bawang putih.Yang satu kelompok kuasai 50% itu ada 6 pelaku usaha," ujar Kurnia Sya'ranie, Wakil Ketua KPPU, sebagaimana dikutip Bang Dada.

Rumah Sayur, yang selama ini berperan menjembatani antara petani, pedagang dan konsumen sayur-mayur sangat menyayangkan pemerintah yang masih menggantungkan diri pada impor bawang putih ini. “Padahal komoditi ini sangat vital dalam produksi makanan. Bawang putih adalah bahan baku pelengkap yang tidak bisa diganti dengan bahan lain. Artinya, sangat vital. Karena itu, konsumen, akan tetap membeli bawang putih meski harganya selangit,” lanjut Bang Dada.

Satgas Pangan yang dibentuk pemerintah mestinya bergerak cepat atasi soal ini. Tangkap dan penjarakan para importer dan pedagang besar yang nakal, itu.

Ketergantungan pada impor ini membahayakan Negara dalam jangka panjang. Karena hampir 300 juta penduduk negeri ini dikuasai segelintir mafia. “Masak pemerintah tidak menggerakkan petani untuk menanam bawang putih? Padahal negeri sebesar dan sesubur ini sangat potensial. Tetapi sayang, potensi itu sengaja dimatikan. Coba kita punya bawangn putih sendiri. Ketika impor bermasalah, dipermainkan importer, kita gelontor pasar dengan bawang putih lokal.”

Menurut Bang Dada, pemerintah harus menyusun strategi membangkitkan kembali kejayaan bawang putih dalam negeri. (sen/*)



Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top