Sudut Pandang Koalisi Partai Jelang Pilkada Majalengka 2018 - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Sudut Pandang Koalisi Partai Jelang Pilkada Majalengka 2018

Politik
sudut pandang koalisi partai jelang pilkada majalengka 2018
KPUD Majalengka

MEGAPOLITANPOS.COM, Majalengka – Wakil ketua bidang komunikasi DPD partai Golkar Kabupaten Majalengka mengatakan, terkait pertemuan tiga ketua partai, PPP, PAN dan Demokrat, bahwa Partai Golkar sangat menghormati sikap politik yang diambil oleh ketiga partai tersebut.

Namun Dirinya menampik kalau pertemuan tersebut mengindikasikan sebagai adanya perpecahan koalisi yang semula dibentuk oleh enam partai yaitu Golkar, PKB, Gerindra, PAN, PPP, dan Demokrat.

"Dari sudut pandang kami hal tersebut bukan sebagai perpecahan koalisi, karena hakekatnya koalisi belum terbentuk. Istilah koalisi itu harus sudah ada jelas struktur dan komitmennya, kalau kemarin kan belum, masih lebih pada silaturahmi dan komunikasi lintas pimpinan partai untuk mencari kesepahaman," papar Endin saat dihadapan insan media. Sabtu, (10/06/2017)

Selanjutnya Endin meyakini bahwa proses silaturahmi dan komunikasi masih akan berlanjut. Terkait persiapan pilkada, saat ini Partai Golkar Majalengka masih dalam proses penjaringan bakal calon kepala daerah, serta belum dalam tahap membangun koalisi. Hal itu, menurut Endin, karena mempertimbangkan dua hal.

“Alasan pertama dan utama adalah Partai Golkar masih fokus mengawal kinerja pemerintah daerah di periode saat ini. Naif rasanya saat masyarakat banyak mengeluhkan tentang kebijakan pemerintah daerah, elit partai malah sibuk membangun koalisi pilkada. Saat ini ada beberapa kebijakan yang dianggap masih belum pro rakyat, diantaranya kenaikan NJOP PBB tahun 2017 yang dikeluhkan oleh masyarakat secara meluas,” ujarnya.

Mengenai hal itu, pihaknya sedang mempertanyakan mengapa bisa terjadi. Kemudian masih ada target capaian IPM yang harus kita pikirkan jalan keluarnya bersama-sama. Jadi sekali lagi sangat tidak elok berbicara soal koalisi pilkada, saat masih banyak persoalan rakyat yang belum kita pecahkan.

"Alasan kedua adalah, kita masih menunggu sinyal dari provinsi terkait arah koalisi pilkada, apakah koalisinya akan paralel (searah) antara pemilihan bupati dengan pemilihan gubernur atau tidak. Kan tidak bagus juga apabila koalisi di daerah mendahului koalisi di provinsi, karena bukan tidak mungkin akan ada intervensi baik dari tingkat provinsi bahkan mungkin dari DPP, mengikat pemilihan bupati bersamaan pelaksanaannya dengan pemilihan gubernur. Kalau sampai terjadi koalisi di kabupaten dianulir tentu akan membingungkan masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, tiga partai yaitu PPP, PAN, dan Demokrat memisahkan diri untuk membentuk koalisi baru yang solid dengan tujuan untuk memenangkan pilkada Majalengka 2018 mendatang. Ketiga partai tersebut memutuskan keluar sebab koalisi yang dibangun oleh enam partai sudah keluar dari komitmen.

Ketua Kordinator koalisi tiga partai yang juga Ketua Partai Demokrat, H Fuad Abdul Aziz mengatakan kesepakatan bersama yang dibangun oleh ketiga partai tersebut bertujuan memenangkan pilkada 2018 Majalengka mendatang. Caranya dengan mengusung figur atau dengan memunculkan kandidat dari tiga partai ini yang sudah sepakat.

"Masyarakat sudah membaca, bahwa koalisi enam partai itu sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Maka kami mengambil kesepakatan. Kami hanya ingin menegaskan bahwa dari 6 koalisi itu hanya menjadi tiga partai saja. Kami menilai partai lainnya (Gerindra, PKB dan Golkar, red) tidak lagi bisa berkomitmen dengan kami," ujarnya,

Fuad menambahkan koalisi ini tidak bermain hanya untuk koalisi, tapi pihaknya ingin memunculkan figur tetapi tidak fokus hanya di partai tertentu saja. Namun seandainya tidak ada figur yang muncul dari ke-tiga partai (PPP, PAN maupun Demokrat), maka tidak menutup kemungkinan akan mengusung figur dari pihak luar.

"Kita tidak fokus di satu partai, bisa dari PAN, PPP atau Demokrat. Atau kalaupun tidak muncul, kita bisa mengambil dari luar. Tentu ada aturannya, yakni salah satunya hasil survey harus lebih dari 50 persen," ujarnya. (Sigit)

y


Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top