Asprumnas Targetkan Sepuluh Ribu Unit Rumah Pertahun di Kalteng - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Asprumnas Targetkan Sepuluh Ribu Unit Rumah Pertahun di Kalteng

Peristiwa
asprumnas targetkan sepuluh ribu unit rumah pertahun di kalteng
poto : megapolitanpos.com

Penjelasan program sejuta rumah, oleh DPW Asprumnas Provinsi Kalteng

MEGAPOLITANPOS.COM, Palangkaraya-
Kalangan pengusaha properti yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang dan Pemasaran Rumah Nasional (Asprumnas), menargetkan dalam setahun dapat terbangun sekitar 10 ribu unit rumah di wilayah Kalimantan Tengah.

Ketua Umum DPP Asprumnas, Arief Suryo Handoko menjelaskan, sejalan dengan terbentuknya DPW Asprumnas Kalteng, pihaknya menargetkan bisa membangun 10.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Bumi Tambun Bungai ini. Sedangkan untuk sekala nasional tahun ini pihaknya dapat membangun 100.000 unit rumah.

"Program satu juta rumah ini, merupakan program yang spesial dari Presiden kita, Bapak Jokowi. Pada dasarnya program ini sangat luar biasa. Oleh karena itu program ini harus tepat sasaran dan hanya diperuntukan untuk MBR. Target kami di Kalteng ialah sepuluh ribu unit rumah dalam setahun," jelas Arief kepada wartawan, di Palangka Raya, Jumat (26/5/2017).

Arief mengatakan, permintaan rumah oleh masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia masih cukup tinggi. Ada 15 juta permintaan, sementara pembangunan rumah tidak mencapai satu juta unit. Terkait permintaan yang cukup tinggi tersebut, pihaknya selaku pengembang perumahan nasional merasa terpanggil.

"Kami merasa terpanggil untuk mensukseskan program Presiden. Fokus kami pada pembangunan rumah sederhana, dalam artian diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, kami bentuk DPW Asperumnas di Kalteng, agar kami dapat mengedukasi para pengembang di Kalteng ini," katanya.

Ditanya soal persyaratan untuk dapat membeli rumah dari Asprumnas, Arief menjawab untuk persyaratan tidak akan membebani masyarakat dalam hal ini konsumen. Persyaratan itu, yang pertama konsumen harus berpenghasilan rendah, konsumen belum memiliki rumah sebelumnya, dan tidak memiliki tanggungan di Bank manapun.

"Penghasilan konsumen harus dibawah Rp 4 juta, rumah yang akan diambil merupakan rumah kali pertama, dan tidak memiliki hutang. Untuk uang muka, juga tidak terlalu memberatkan, hanya 5% dari harga jual. Intinya pembangunan rumah bersubsidi ini memang harus tepat sasaran," ungkap Arief.(Dhani)


Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top