BEM RI : Ingatkan Gerakan Mahasiswa Adalah Gerakan Independen - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

BEM RI : Ingatkan Gerakan Mahasiswa Adalah Gerakan Independen

Politik
bem ri ingatkan gerakan mahasiswa adalah gerakan independen
Nadya Yulianda Putri, Presedium BEM RI (tengah)

Megalolitanpos.com. Jakarta -Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei, Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Indonesia (BEM RI) mengadakan konprensi pers hari ini (22/5) di Rawamangun, Jakarta Timur.

Dalam keterangan persnya BEM RI menganggap penting merayakan Harkitnas sebagai bentuk tanggungjawab mahasiswa dan upaya memperkokoh kebangsaan kita dalam rangka menjaga dan memelihara keutuhan NKRI.

Hal tersebut diutarakan Nadya Yulianda Putri, Presedium BEM RI.

Dalam keterangan persnya Nadya panggilan akrabnya memaparkan bahwa saat ini elemen pergerakan mengalami perbedaan pandangan terhadap situasi politik saat ini.

“Banyak kelompok masyarakat mengeluarkan pernyataan sikap dari berbagai elemen gerakan baik dari kalangan mahasiswa, ormas/okp maupun Organisasi - organisasi kemasyarakatan lainnya terhadap kebijakan yang dilakukan pemerintah saat ini. Ada yang menolak kebijakan pemerintah dan ada yang mendukung kebijakan pemerintah” ujar Nadya.

“Bagi BEM RI, semua adalah sebagai bentuk praktek berdemokrasi dan merupakan bentuk partisipasi mahasiswa dalam rangka menopang kebijakan pembangunan nasional.” Ujar Nadya.

Apalagi BEM RI menyadari betul sifat dari gerakan mahasiswa dimana lebih mengedepankan sikap independensi dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas bukan berpihak kepada kepentingan kelompok atau elit politik.

“Maka kami sangat menyayangkan adanya oknum oknum politik yang memanfaatkan gerakan mahasiswa demi kepentingan elit politik tertentu” imbuh Nadya

Nadya memaparkan bahwa saat ini memang ada oknum oknum yang memanfaatkaan gerakan mahasiswa untuk kepentingan politik elit tertentu dengan mengatasnamakan BEM RI, untuk tujuan- tujuan politis ingin yaitu menjatuhkan Kapolri, Tito Karnavian.

“Jelas kami tidak mentolerir pemanfaatan yang dilakukan terhadap gerakan mahasiswa demi kepentingan politik elit” tandas Nadya.

Nadya menambahkan bahwa saat ini BEM RI masih berkeyakinan bahwa kapolri masih on the track dalam menegakkan hukum di wilayah RI, dimana kinerja polri dalam penegakan hukum dapat diselesaikan dengan baik.

Terakhir Nadya menjelaskan bahwa BEM RI menolak broadcast yang beredar di media sosial dengan mengatasnamakan BEM RI yang isinya seruan untuk melakukan aksi menuntut pencopotan Kapolri.

Nadya mengklaim bahwa BEM RI yang berisi pimpinan mahasiswa dari beberapa lembaga kampus di DKI Jakarta sepakat bahwa aksi yang dilakukan BEM RI selalu mengedepan kepentingan umum dalam rangka mewujudkan Indonesia adil dan makmur, mengusung soal Kesejahteraan ekonomi, penegekan supremasi hukum.

“Kami hanya menuntut perbaikan sistem bernegara, bukan menyerang orang perorang. Karna kami mahasiswa berfikir dan bergerak untuk bangsa dan negara” tandas Nadya mengakhiri keterangan persnya


Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top