Rekan Indonesia Kritisi Minimnya Sosialisasi Terkait Kebijakan Jamkesda Baru - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Rekan Indonesia Kritisi Minimnya Sosialisasi Terkait Kebijakan Jamkesda Baru

Kesehatan
rekan indonesia kritisi minimnya sosialisasi terkait kebijakan jamkesda baru
Anom Panuluh Dihadapan Dinkes Kab. Brebes

Megapolitanpos.com. Brebes - Serapan anggaran Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes yang peruntukannya sebagai Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi masyarakat tidak mampu melalui SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), baru mencapai angka Rp. 200 juta dari total anggaran senilai Rp. 1,5 miliar.

Hal ini dikarenakan minimnya sosialisasi kepada masyarakat secara luas, sehingga masyhur di Kabupaten Brebes tidak mengetahui berlakunya SKTM dalam pelayanan kesehatan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Drs. Agus Wahid, M.Kes, mengaku penyerapan anggaran Jamkesda masih sedikit dqri total anggaran. Sementara anggaran yang bersumber dari APBD yang nilainya mencapai Rp. 1,5 miliar harus terealisasikan hingga 30 Desember 2016.

“Penyerapan anggaran baru Rp. 200 juta, meskipun kami sudah mensosialisasikan program Jamkesda kepada 17 Puskesmas di Kabupaten Brebes tapi anggaran masih tersisa banyak. Kalau kami dinilai minim melakukan sosialisasi, kami sudah mensosialisasikannya di puskesmas, tinggal puskesmasnya saja lebih lanjut mensosialisasikannya kepada masyarakat,” paparnya saat dihubungi melalui sambungan telepon (7/12).

Sementara Anom Panuluh selaku Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia, Kabupaten Brebes membantah jika Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes telah melakukan sosialisasi terkait program Jamkesda. Hal ini berdasarkan sidak yang dilakukan Rekan Indonesia di beberapa puskesmas di Kabupaten Brebes.

“Ternyata bukan para perangkat desa di beberapa desa saja yang tidak tahu Program Jamkesda dengan syarat SKTM yang merupakan program Pemda Brebes untuk pembiayaan pengobatan masyarakat tidak mampu secara gratis. Yang miris dan ironis Pegawai Puskesmas tidak tahu kalau di Brebes Program Jamkesda kembali Berlaku,” katanya.

Menurut Anom, bila petugas medis dan puskesmasnya tidak tahu, bagaimana bisa memberikan rujukan yang merupakan syarat yang berlaku untuk mendapatkan layanan Gratis. Pihaknya khawatir jika tidak disosialisasikan, anggaran Rp. 1,5 miliar yang disediakan untuk masyarakat tidak mampu, tidak terpakai maksimal.

“Yang jelas saya membantah, kalau Dinas Kesehatan sudah sosialisasi sampai kepuskesmas. Buktinya dari keterangan petugas Puskesmas Kluwut, 3 petugas tidak pernah merasa mendapat sosialisasi. Dan bahkan tidak tau program Jamkesda. Karena minim dan bahkan hampir tidak ada sosialisasi, masyarakat secara suka rela membantu sosialisasi ke masyarakat lainnya. Bahkan ironis pegawai puskesmas malah mendapatkan sosialisasi dari masyarakat,” paparnya.

Anom melanjutkan, pengaduan masyarakat terkait minimnya sosialisasi program Jamkesda juga banyak. Salah satunya yang dialami keluarga pasien di Puskesmas Ketanggungan, Khoirunnisa Al Mahira (30). Dirinya mengaku, petugas pendaftaran di Puskesmas Ketanggungan sangat kaget ketika dimintai surat rujukan sebagai syarat SKTM.

“Petugas pendaftaran di Puskesmas Ketanggungan awalnya kaget waktu ada orang minta surat rujukan untuk memperoleh SKTM. Tapi setelah petugasnya mengecek di internet ternyata SKTM kembali berlaku. Petugasnya bilang, tidak ada penyuluhan terkait Program Jamkesda dari Dinas Kesehatan,” ceritanya.

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top