SKTM Brebes Unlimited - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

SKTM Brebes Unlimited

Kesehatan
sktm brebes unlimited
Kepala Jamkesda Brebes

Megapolitanpos.com. Jakarta - Layanan pengobatan gratis bagi masyarakat Brebes yang tidak mampu melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (JAMKESDA) Brebes kembali diberlakukan setelah pada tgl 1 maret 2015 sempat dihentikan. Jaminan Kesehatan yg menggunakan syarat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Untuk tahun ini UNLIMITED atau diberlakukan sesuai dgn kebutuhan besarnya biaya pasien miskin yang ditetapkan oleh Rumah Sakit.

Demikian disampaikan oleh Kepala Seksi Pembiayaan dan Jamkesda Dinas Kesehatan Kab. Brebes bapak Heri Indra di ruang kerjanya (25/10/2016)

lebih lanjut pak Heri mengatakan bahwa untuk sementara Dinkes Brebes selaku Dinas yang melaksanakan Program Jamkesda baru hanya berlaku di RSUD Brebes, dgn syarat:

1. SKTM
2. Foto kopi KTP
3. Foto kopi KK
4. Surat Rujukan dr Faskes pertama
5. Surat Bukti Penjaminan yg di keluarkan oleh Dinkes Brebes.

Dalam keadaan darurat pihak Dinkes Brebes melalui Kasi pembiayaan dan Jamkesda memberikan kesempatan kepada masyarakat (pasien tidak mampu) 3 x 24 jam untuk mengurus Surat Penjaminan Pembiayaan dr Dinkes.

"JAMKESDA sekarang unlimited, tapi pesan kepala dinas, agar tidak terjadi double klaim. Makanya kami harus mengeluarkan Surat Penjaminan karena agar tidak terjadi double Klain antara masyarakat miskin Pemegang BPJS PBI (KIS) dengan masyarakat miskin yang belum kebagian KIS" Jelas Heri Indra ketika di temui Megapolitan Pos.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa upaya pencegahan double Klaim tidak bisa dilaksanakan dgn sempurna karena data peserta BPJS PBI yg di pegangnya hanya yg bersumber dari APBD Brebes jumlahnya sekitar 16.000 peserta. Sedangkan yang dari APBD Provinsi Jateng sekitar kurang lebih 10.850 peserta datanya ada di Dinas Sosial.

Ketika ditanya tentang Rumah sakit mana saja yang sudah bekerja sama dgn Dinkes Brebes melalui program Jamkesda

"untuk sementara baru dgn RSUD Brebes. Ke depan akan dikembangkan dengan RS KARDINAH Kota Tegal dan RS Dr Susilo untuk kabupaten Tegal" jelas Heri.

Sementara itu menanggapi pernyataan Dinkes Brebes melalui Kasi Pembiayaan dan Jamkesda Anom Panuluh dr Dewan Pimpinan Nasional Relawan Kesehatan Indonesia (REKAN INDONESIA) menyampaikan Bahwa anggaran 1,5 m yg di anggarkan melalui APBD Perubahan jumlahnya masih sangat minim, angka 1,5 m bila melihat masyarakat miskin brebes yang tidak memiliki BPJS PBI masih berkisar di atas 300.000 jiwa. Sehingga dapat dipastikan masih banyak masyarakat miskin Brebes yang akan terlantar karena tidak mendapat jaminan pembiayaan kesehatan.

Disamping itu Jamkesda yang hanya berlaku di RSUD BREBES saja akan banyak pasien miskin pengguna Jamkesda di tolak karena kamar penuh, mengingat saat ini saja RSUD Brebes sudah banyak pasien yang tidak kebagian tempat tidur.

"tidak cukup kalau hanya 1,5 m. Apa lagi hanya berlaku untuk satu Rumah Sakit saja. Itu kalau disosialisasikan maksimal ke masyarakat Brebes, RSUD Brebes bisa kualahan melayani pasien Jamkesda" Ujar Anom Panuluh aktivis kesehatan yang saat ini bergabung di REKAN INDONESIA.

Menurutnya anggaran kesehatan bagi masyarakat tidak mampu di tahun 2016 telah Terjadi pemangkasan, bila di tahun 2015 bisa mencapai 10 milyar kenapa 2016 hanya berkisar 4 Milyar saja yang terealisasi untuk setoran BPJS PBI sekitar 2,5 M dan SKTM di Perubahan 1,5 M, "ini jelas2 penurunan layanan kesehatan dr segi pembiayaan. Kami akan cari tahu apa sebabnya" tambah Anom.

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top