Banyak Faskes Di Brebes Diduga Lakukan Klaim Fiktif - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Banyak Faskes Di Brebes Diduga Lakukan Klaim Fiktif

Kesehatan
banyak faskes di brebes diduga lakukan klaim fiktif
Anom Panuluh, Sekretaris Rekan Indonesia Kab. Brebes

Megapolitanpos.com. Brebes- Peran aktif masyarakat dalan turut serta andil dalan pembangunan termasuk upaya memberikan pengawasan kepada lembaga dan pejabat publik yang dalam kinerjanya dibiayai oleh Rakyat baik langsung maupun tidak langsung acap kali masyarakat dibikin heran dan tidak mengerti.

Pasalnya kadang berbagai temuan tidak ditanggapi oleh lembaga hukum yang memang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Rakyat dan Masyarakat dalam melangkah tentu ada batasan undang-undang dimana masyarakat tentu tidak ada hak mengambil tindakan dan main hakim sendiri.

Menurut Anom Panuluh Sekretaris Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) Kab. Brebes dalam wawancara dikediamannya hari ini (4/8), pihaknya sering kali dibikin bingung dan tidak mengerti atas semua ini.

Seperti temuan Klaim fiktifdi salah satu puskesmas di Brebes dimana ada warga yang melahirkan di rumah tanpa ada bantuan tenaga medis dari puskesmas, tapi oleh puskesmas di klaim lahir di puskesmas dan ditagihkan ke BPJS.

Tentu saja hal ini akan merugikan BPJS Sebagai lembaga pembiayaan yang diamanatkan JKN yang tentu saja sumber anggaran JKN adalah dari APBN dan iuran uang Rakyat sebagai peserta BPJS.

"Mestinya BPJS tanggap dan ambil langkah tegas terhadap temuan dugaan Klaim palsu yang saya sampaikan, bukan tenang - tenang saja" Keluh Anom.

Memang karena keterbatasan tenaga kerja di BPJS disinyalir pengajuan Klaim BPJS oleh faskes sebagai pelaksana kesehatan seringnya hanya verifikasi data hanya diperiksa kelengkapan administrasinya saja tanpa penelusuranke lapangan. Sehingga sangat mungkin klaim dengan data palsu tidak terdeteksi oleh pihak BPJS.

Ketika disinggung peran pengawas BLUD dalan turut serta memberikan pengawasan kinerja BLUD puskesmas dengan nada sinis Anom mengatakan bahwa pengawasan BLUD di Brebes mandek.

"Pengawas BLUD di Brebes sudah hampir dua tahun sengaja tidak dibentuk, padahal omset diatas 15 M sudah wajib Dewan Pengawas BLUD di dirikan seperti diamanatkan Permenkeu tentang BLUD, tapi nyatanya mana?" lanjut Anom.

Mengenai langkah-langkah tegas yang akan ditempuh oleh Anom yang juga aktivis Penggerak Masyarakat Peduli Brebes (PEMALI Brebes), dimana saat ini pihaknya masih sibuk dan fokus pada upaya mengawal aduan kasus dugaan korupsi di BKK Brebes.

"Satu2 yah...sementara kita vokus dulu ke kasus BKK, hari ini saja kami akan kembali ke Kejaksaan untuk menanyakan proses aduan kami sampai dimana" kata Anom mengakhiri percakapan dengan Megapolitapos.com.

Semoga saja apa yang menjadi temuan Anom dan rekan-rekan akan menjadi perhatian khusus pemerintah dalam upaya menerapkan kerja pemerintah yang bersih dan transparan sehingga cita2 kesejahteraan masyarakat akan cepat terwujud.

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top